Kemenbud Dorong Pemkab GarutGali Tokoh Potensial Praktisi Kebudayaan

  • 13 Sep 2026 17:03 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia bersama Komisi X DPR RI mendorong Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk lebih aktif menggali dan mengidentifikasi tokoh-tokoh potensial yang memiliki kiprah dalam bidang kebudayaan, perjuangan, maupun pemikiran. Tokoh-tokoh tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari potensi kebudayaan yang dipromosikan hingga ke tingkat internasional.

Direktur Promosi Kebudayaan pada Kemenbud RI, Wawan Yogaswara, mengatakan Garut memiliki banyak potensi yang dapat diperkenalkan lebih luas. Menurutnya, tugas Direktorat Promosi Kebudayaan salah satunya adalah mencari berbagai potensi daerah yang memiliki nilai untuk dibawa dan diperkenalkan ke luar daerah.

"Di Garut banyak potensial ya, kebetulan karena saya di Direktorat Promosi. Apa saja sih potensi di Garut yang bisa kita bawa ke luar, kita promosikan," kata Wawan usai kegiatan Diskusi Budaya bertemakan

"Dari Makassar ke Dunia: Menghidupkan Warisan Syekh Yusuf Al-Makassari Sebagai Diplomasi dan Promosi Kebudayaan Nusantara" di Cipanas, Kabupaten Garut, Minggu, 13 September 2026.

Ia menuturkan, diskusi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari, tokoh Nusantara yang memiliki kiprah perjuangan hingga di dua negara, yakni Indonesia dan Afrika Selatan.

Menurut Wawan, pengalaman ketokohan Syekh Yusuf dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, termasuk Garut, untuk mulai menggali dan mengidentifikasi tokoh maupun kekayaan budaya yang memiliki nilai penting. Potensi tersebut selanjutnya dapat melalui proses kurasi sebelum dipromosikan secara lebih luas.

"Sebenarnya di Garut ini kan kita menyadarkan bahwa semua orang Indonesia juga bisa, artinya menjadi tokoh, menjadi berdiplomasi gitu ya, berdiplomasi enggak mesti harus diplomat, berdiplomasi membawa kebudayaan ke luar," ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya mengangkat ketokohan dan kebudayaan Indonesia ke tingkat internasional sejalan dengan semangat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Dalam regulasi tersebut, Indonesia memiliki tujuan untuk turut menentukan arah peradaban dunia melalui kekayaan dan kekuatan kebudayaannya.

Karena itu, Wawan menilai keberadaan tokoh-tokoh Indonesia yang mampu dikenal hingga mancanegara bukan hanya menjadi kebanggaan bagi daerah asalnya, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Ketokohan Syekh Yusuf Al-Makassari, menurutnya, merupakan salah satu contoh nyata bagaimana sosok dari daerah dapat memiliki pengaruh dan pengakuan lintas negara.

"Ini sebagai bentuk kebanggaan Indonesia. Diangkat pahlawan di dua negara Indonesia dan Afrika Selatan," katanya.

Wawan berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan inventarisasi dan kurasi terhadap tokoh, pemikiran, tradisi, serta berbagai warisan budaya yang dimiliki daerah. Dengan pengelolaan dan promosi yang tepat, potensi tersebut diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu menjadi bagian dari diplomasi kebudayaan Indonesia di dunia.

Kegiatan tersebut juga dihadiri anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, yang menyambut baik upaya yang diselenggarakan pihak Kemenbud itu. Politisi Partai Golkar ini menilai, Garut memiliki potensi yang sangat besar di bidang kebudayaan serta ketokohannya untuk dapat dopromosikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....