Pemda Tasikmalaya Selaraskan Kebijakan Daerah dengan Arah Pembangunan Nasiona
- 14 Agt 2026 16:11 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen terus menyelaraskan seluruh program pembangunan daerah dengan kebijakan strategis nasional. Penyelarasan ini, baik sektor pembenahan infrastruktur jalan, revitalisasi sarana pendidikan, penguatan ekonomi akar rumput melalui koperasi desa, hingga program jaminan sosial dan kesehatan masyarakat.
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi mengatakan, pemaparan capaian kinerja pemerintah pusat oleh Presiden memberikan optimisme dan energi baru bagi pimpinan daerah. Termasuk, bagi seluruh aparatur di lingkungan Pemkab Tasikmalaya.
“Setelah menyimak dan mendengarkan pidato kenegaraan, ini tentunya menjadi semangat dan motivasi baru bagi kami. Pembangunan yang dilaksanakan pemerintah pusat harus selaras dengan pemerintah daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ujar Asep usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Jumat 14 Agustus 2026.
Dalam sektor infrastruktur, Pemkab Tasikmalaya terus mengimbangi langkah pemerintah pusat yang merealisasikan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Tasikmalaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk memperbaiki 32 ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten.
Sementara di bidang pendidikan, pemerintah daerah menyokong program revitalisasi fisik sekolah dari pusat dengan memfokuskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemkab terus berupaya menekan angka anak putus sekolah agar seluruh anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan formal setidaknya hingga 13 tahun.
"Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran untuk revitalisasi sekolah-sekolah, kita imbangi dengan meningkatkan sumber daya manusia untuk mendorong anak-anak usia wajib sekolah terus bersekolah. Anak yang putus sekolah kita upayakan untuk mencapai pendidikan 13 tahun," kata Asep.
Di bidang ekonomi, Pemkab Tasikmalaya menyambut baik fokus pemerintah pusat dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis koperasi desa. Pemkab berkomitmen membangun ekosistem rantai pasok yang terintegrasi di tingkat desa agar hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, peternakan, serta perikanan warga dapat terserap optimal.
Menurut Asep, hasil produksi masyarakat tersebut nantinya disalurkan kembali untuk kebutuhan warga desa dengan harga yang relatif terjangkau, sehingga pertumbuhan ekonomi benar-benar tergerak dari tingkat bawah."Ini menceritakan bahwa ekonomi kita betul-betul tumbuh dari akar rumput melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat desa," kata Asep.
Selain itu, Pemkab Tasikmalaya juga bersiap mengawal pelaksanaan berbagai program prioritas nasional di daerah, mulai dari ketahanan pangan, distribusi makan bergizi gratis bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia, hingga program pemeriksaan kesehatan gratis. Seluruh program tersebut akan disinergikan dengan target penanganan tengkes (stunting) dan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....