Jalan Papayan–Cikalong di Portal, Pemkab Tasikmalaya: Batasi ODOL

  • 12 Jun 2026 16:34 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya : Rencana pemasangan portal jalan Papayan- Cikalong Kabupaten Tasikmalaya ditanggapi beragam. Terutama dari para pelaku usaha di wilayah selatan Tasikmalaya.

Ada yang menolak karena kekhawatiran distribusi barang akan terhambat, ada juga yang mendukung demi menyelamatkan badan jalan yang selama ini cepat berlubang setiap musim hujan. Reaksi ini pun mendapat tanggapan pemerintah daerah.

Kepala Dinas PUTRLH Deden Ramdhan Nugraha mengatakan, portal yang direncanakan dipasang, bukan untuk mengunci akses warga atau mematikan roda ekonomi. Namun, sebagai langkah preventif.

“ Tujuannya bukan pembatasan. Ini untuk melindungi aset infrastruktur milik rakyat, sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan,” katanya, Jumat 12 Juni 2026.

Ia mengatakan, pembatasan hanya berlaku bagi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Sedangkan untuk kendaraan seperti motor, mobil pribadi, angkutan umum, dan truk sesuai tonase dapat melintas normal.

“Secara teknis jalan Papayan - Cikalong

ini masuk jalan kabupaten Kelas III Kondisi Bersyarat. Artinya daya dukungnya memang tidak dirancang untuk beban berat berulang,” ujarnya.

“ Satu truk ODOL yang lewat itu dampak kerusakannya setara 16 truk dengan muatan sesuai aturan. Maka jika beban berlebih jalan cepat rusak,” katanya menambahkan.

Sehingga jika jalan ini rusak lanjut dia, anggaran pemerintah daerah akan habis untuk perbaikan berulang. Sedangkan ruas jalan lain akan terabaikan.

Pemasangan portal juga kata Deden ada landasan hukum yang memayungi. Yakni mulai UU No.38 Tahun 2004 tentang Jalan jo UU No.2 Tahun 2022, UU LLAJ No.22 Tahun 2009, PP No.34 Tahun 2006 tentang Jalan, hingga Permen PU dan Permenhub terkait dimensi serta muatan kendaraan.

“Jadi bukan melarang. Kami membatasi dengan tujuan agar jalan awet, warga aman,” katanya.

Untuk membangun kesadaran warga, pihaknya kata Deden aktif melakukan sosialisasi. Baik kepada sopir truk, pemilik usaha, dan warga sekitar.

“kami minta agar semuanya memahami. Mari kita jaga bersama aset ini, untuk kebaikan bersama,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....