Penuhi Kebutuhan Petani, Pemkab Garut Pastikan Ketersediaan Alsitan dan Pupuk
- 12 Mei 2026 07:18 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut, menyalurkan bantuan penunjang jaringan pengairan untuk lahan pertanian sebagai langkah persiapan musim kemarau agar petani bisa memanfaatkan lahan pertaniannya tetap produktif dan memberikan penghasilan. "Kita harus senantiasa menyiapkan alat-alat yang sekiranya dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan air, saya ingin irigasi dan pompa air dimanfaatkan semaksimal mungkin guna untuk pertumbuhan produktivitas pertanian," kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat sosialisasi kegiatan Irigasi Perpompaan dan Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier Tahun Anggaran 2026 di aula Dinas Pertanian Garut, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menyampaikan, Pemkab Garut terus memberikan perhatian khusus terkait masalah pertanian karena sektor tersebut merupakan salah satu ekonomi daerah yang masyarakatnya menggantungkan hidupnya pada sektor agraris." Kami berupaya memberikan perhatian khusus mengenai masalah pertanian karena sektor tersebut merupakan salah satu ekonomi daerah yang masyarakatnya menggantungkan hidupnya pada sektor agraris,"ujarnya.
Artinya, menurut Sakur, sektor pertanian merupakan hal yang penting bagi masyarakat Garut, sehingga pemerintah daerah harus menunjang segala kebutuhannya agar pertanian tetap produktif sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. "Sektor pertanian semakin penting dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Garut, ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto yang menginginkan negara kita memiliki ketahanan pangan nasional melalui swasembada pangan," katanya.
Ia menyampaikan, langkah konkret pemerintah daerah tidak hanya memastikan pengairan untuk areal pertanian, tapi juga kebutuhan pupuk dipastikan tersedia dan terjangkau, kemudian pemberian asuransi pertanian, dan juga asuransi bagi petaninya. Asuransi pertanian itu, kata dia, untuk mengantisipasi potensi gagal panen akibat fenomena musim kemarau yang bisa menyebabkan keterbatasan sumber air untuk lahan pertanian.
Ia berharap adanya peralatan penunjang pertanian dapat dimanfaatkan untuk meminimalisasi dampak gagal panen saat kemarau, untuk itu bantuan yang diberikan pemerintah pusat dan daerah dapat dijaga dengan baik. "Tolong jaga kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Kementerian Pertanian RI. Pompa air dijaga jangan sampai rusak, apalagi hilang, ini adalah komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk bisa mensejahterakan petani," katanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Ardhy Firdian menambahkan, rincian bantuan yang disalurkan untuk mitigasi kondisi lapangan tahun 2026 yakni berupa bantuan irigasi perpompaan sebanyak 200 unit dengan nilai Rp155,7 juta per unit untuk 54 kelompok tani. " Bantuan yang disalurkan untuk mitigasi kondisi lapangan tahun 2026 yakni berupa bantuan irigasi perpompaan sebanyak 200 unit,"ujarnya.
Selanjutnya bantuan pemeliharaan jaringan irigasi tersier dengan target 212 unit dengan anggaran senilai Rp100 juta per unit untuk 10 kelompok tani yang siap penandatangan kontrak, kemudian bantuan untuk optimalisasi lahan seluas 717 hektare yang dialokasikan Rp4,4 juta per hektare.
Upaya mewujudkan transparansi dan ketepatan sasaran bantuan, kata Ardhy, Dinas Pertanian Kabupaten Garut menjalin kerja sama dengan Kepolisian, TNI, dan Kejaksaan untuk pendampingan setiap tahapan mulai dari perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pemanfaatan bantuan. "Pendampingan ini bertujuan agar seluruh bantuan fisik maupun anggaran dapat dikelola secara akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....