Tingkat Serapan Pupuk Bersubsidi di Garut Masih Rendah
- 03 Mei 2026 15:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Tingkat serapan pupuk bersubsidi jenis pupuk urea dan NPK oleh petani di Kabupaten Garut dinilai masih rendah. Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian pada Dinas Pertanian Pemkab Garut Reza Fauzani mengatakan, untuk serapan pupuk urea saat ini masih dikisaran 15 persen, lebih rendah dibandingkan dengan tingkat serapan pupuk jenis NPK.
Ia mengatakan, persepsi petani terhadap pupuk NPK mulai meningkat, dikarenakan menurut petani , pupuk jenis NPK ini merupakan pupuk majemuk yang mengandung nitrogen, pospor, dan kalium tinggi sehingga lumayan banyak peminatnya.
"Petani meyakini dengan menggunakan pupuk NPK ini bisa meningkatkan produksi dengan kualitas baik,"katanya, di Garut, Minggu, 3 Mei 2026.
Selain itu, menurutnya dari sisi harga pun relatif cukup terjangkau dan hanya terpaut 2 ribu rupiah dengan pupuk subsidi jenis urea." Pupuk NPK ini harganya cukup terjangkau dan memliki kualitas baik dibandingkan dengan pupuk sejenisnya,"ujarnya.
Ia mengatakan, pupuk subsidi lainnya yang tingkat resapannya rendah adalah pupuk organik. Ia menyampaikan dari 777 ton pertahunnya hanya terserap sekitar 3 ton.
" Selain urea dan NPK juga ada pupuk organik yang tingkat serapannya cukup rendah dan kurang diminati petani,"katanya.
Ia menyampaikan, dengan regulasi baru pemerintah pusat, petani cukup dimudahkan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Ada dua cara hibrid guna mendapatkan pupùk selain menggunakan kartu tani bagi yang sudah terdaftar di RDKK, juga bisa menggunakan KTP.
"Saat ini dengan cara menggunakan KTP pun petani sudah bisa mendapatkan pupuk subsidi,"katanya.
Ia menyampaikan, secara keseluruhan tingkat resapan pupuk bersubsidi untuk jenis urea baru terserap sekitar 9 ton dari sasaran target 59 ribu ton pertahun. "Sementara untuk NPK baru terserap sekitar 14 ribu ton dari 56 ribu ton, sedangkan pupuk organik baru terserap sekitar 3 ton dari 777 ton pertahunnya,"tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....