Bupati Sakur: Garut Daerah Potensi Bencana Tertinggi Kedua di Jabar
- 07 Apr 2026 19:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut – Disela menerima kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXVII Seskoad TA 2026 di Setda Garut, Bupati Garut Abdusy Sakur Amin
mengapresiasi pemilihan Garut sebagai lokus KKL, mengingat tantangan geografis wilayah ini yang cukup kompleks. Ia menyampaikan profil Kabupaten Garut yang kini berusia 213 tahun dengan luas wilayah 3.100 km² serta populasi mencapai 2,8 juta jiwa.
Ia mengatakan, Garut memiliki potensi bencana tertinggi kedua di Jawa Barat, dengan rincian potensi banjir seluas 90 ribu hektar dan potensi longsor 76 ribu hektar. Dengan keberadaan 111 sungai dan curah hujan tinggi, ancaman hidrometeorologi menjadi perhatian harian pemerintah daerah.
"Kami mencatat ada sekitar 567 kejadian bencana pertahun, yang artinya hampir tiap hari selalu ada insiden. Oleh karena itu, Pemkab Garut sudah menyiapkan alat berat di beberapa lokasi rawan serta memerintahkan BPBD serta PU untuk standby," tuturnya, Selasa 7 April 2026.
Ia menekankan penanganan darurat tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Perlu keterlibatan aktif dari Tim SAR, TNI, Polri, dan masyarakat untuk memastikan distribusi bantuan pangan serta pelayanan kesehatan berjalan cepat.
" Untuk penanganan darurat tentunya membutuhkan keterlibatan semua unsur dari mulai Tim SAR hingga masyarakat,"ujarnya.
Ia berharap, dengan adanya koordinasi tanggap darurat maka kita bisa melakukan kegiatan yang lebih cepat dan jangan sampai menjadi isu kondisi darurat nasional. " Kami berharap dengan adanya koordinasi tanggap darurat maka kita bisa melakukan kegiatan yang lebih cepat dan jangan sampai menjadi isu kondisi darurat nasional,"katanya.
"Semoga memberikan manfaat bagi Pemerintah Kabupaten Garut melalui ide, gagasan terkait bagaimana kami melakukan penanganan bencana dan bisa memberikan pengalaman bagi bapak semua," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Kolonel Inf. Choirul Ikmal, menjelaskan bahwa sebanyak 23 Perwira Siswa akan melaksanakan KKL di Garut selama empat hari, mulai 6 hingga 9 April 2026. KKL kali ini mengusung tema "Sinergitas Komponen Bangsa dalam Penanggulangan Bencana Guna Memperkuat Ketahanan Nasional".
Ia menyampaikan, para Pasis ini telah melakukan Inventarisir masalah sebelum terjun ke lapangan. "Tugas para perwira adalah mensinkronisasikan pelaksanaan kegiatan dari pusat hingga ke tingkat bawah. Selama KKL akan melakukan wawancara mendalam dengan Muspida, SKPD Kabupaten Garut (Dinsos, Dinkes, PUPR dan BNPB), dan hasilnya akan dilakukan seminar," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....