PAD Kota Bandung Naik Berkat Restoran
- 19 Feb 2026 18:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Kenaikan signifikan tercatat hingga di atas 15 persen, terutama ditopang oleh sektor restoran yang dinilai semakin patuh dalam memenuhi kewajiban pajak.
Wali Kota Bandung M Farhan, mengapresiasi kontribusi para pelaku usaha kuliner yang secara konsisten membayar pajak sebesar 10 persen sesuai ketentuan.
“PAD meningkat, alhamdulillah, sampai di atas 15 persen, terutama dari sektor restoran. Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengelola restoran yang patuh membayar pajak 10 persen,” ujar Farhan, Kamis 19 Februari 2026.
Meski demikian, Farhan mengakui bahwa tingkat hunian hotel di Kota Bandung mengalami penurunan. Hal tersebut dipengaruhi oleh pola kunjungan wisatawan yang cenderung datang dan pergi tanpa menginap.
“Tingkat hunian hotel memang menurun karena banyak tamu datang-pergi tanpa menginap. Namun PAD dari hotel tetap meningkat, meski tidak sampai 15 persen. Kenaikan lebih disebabkan oleh penyesuaian tarif kamar,” jelasnya.
Ia mengutarakan, peningkatan PAD dari sektor perhotelan lebih banyak disumbang oleh hotel berbintang yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Sementara itu, hotel non-bintang dinilai belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Farhan juga menyoroti kemungkinan masih adanya hotel non-bintang yang belum sepenuhnya melaporkan kewajiban pajaknya. Menurutnya, pelaporan yang transparan justru akan membuka peluang dukungan dari pemerintah.
“Muncul pertanyaan, jangan-jangan hotel non-bintang belum seluruhnya melapor karena khawatir. Padahal jika mereka melapor, banyak bantuan yang bisa kita berikan, termasuk program pengelolaan sampah dan air limbah hotel secara mandiri,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Kota Bandung optimistis potensi PAD tetap akan bertumpu pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Berbagai festival, pertunjukan seni, serta lomba olahraga masih menjadi andalan untuk mendongkrak kunjungan dan perputaran ekonomi.
“Tahun ini potensi tetap dari sektor wisata. Tugas kami adalah membangun ekosistem wisata yang luas. Festival, pertunjukan, dan lomba olahraga masih menjadi andalan,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, setiap kali bertanding, aktivitas ekonomi di sekitar stadion dan pusat kota ikut meningkat. Hal serupa juga terjadi saat klub basket berlaga.
“Ketika Persib bertanding, ekonomi bergerak. Saat Satria Muda bermain, ekonomi juga bergerak. Event motor, voli, hingga bulutangkis memiliki dampak ekonomi yang nyata. Ternyata ekonomi berputar dari event-event tersebut,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....