Jelang HUT Jabar, Siti Muntamah: Masih Banyak Pekerjaan Rumah Yang Harus Dibenahi

  • 18 Agt 2026 21:05 WIB
  •  Bandung

‎RRI.CO.ID Bandung – Menjelang Hari Jadi ke-81 Jawa Barat, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Siti Muntamah menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah, khususnya terkait pendidikan, kesehatan, sosial, serta perlindungan perempuan dan anak. Siti menyebut Komisi V menjadi salah satu komisi yang banyak menerima persoalan langsung dari masyarakat.

‎“Karena memang kalau Komisi V ini kan yang setiap tahun pasti menerima aspirasi dari masyarakat dengan berbagai isu-isu yang ada,” kata Siti, Selasa 18 Agustus 2026.

‎Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian Komisi V adalah perlindungan perempuan, keluarga, dan anak. Siti menyebut pihaknya telah menerima aspirasi masyarakat terkait kebutuhan regulasi mengenai perlindungan dari orientasi dan perilaku seksual penyimpangan.

‎“Salah satunya adalah kalau saya hari ini Komisi V menyoroti kehidupan perempuan, keluarga, anak,” ujarnya.


‎Di sisi lain, keterbatasan anggaran menjadi tantangan pemerintah provinsi. Siti menyoroti berkurangnya transfer daerah dari pemerintah pusat ke Jawa Barat sebesar Rp2,4 triliun. “Ujian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tidak disangka-sangka itu adalah berkurangnya transfer daerah dari pusat ke Provinsi Jawa Barat berkurang Rp2,4 triliun,Kebayang lah ya, itu pasti akan banyak mempengaruhi situasi,” Ungkapnya

‎Siti juga menilai fokus pembangunan Jawa Barat pada 2026 lebih banyak diarahkan pada sektor infrastruktur. Kondisi tersebut membuat Komisi V harus memastikan sektor pendidikan, kesehatan dan sosial tetap mendapat perhatian.

‎“Pengarusutamaan pembangunan Jawa Barat di tahun 2026 ini adalah infrastruktur. Maka yang paling leading pasti Komisi IV,” ujarnya.

‎Siti berharap Pemprov Jawa Barat ke depan dapat memperbaiki perencanaan sehingga perubahan kebijakan dan anggaran tidak terlalu sering terjadi.

‎“Saya berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu juga melakukan perencanaan yang lebih baik. Gak berubah-rubah gitu, Karena memang dinamis ya. Tiba-tiba anggarannya gak ada, kan harus cepat-cepat yang setelahnya itu harus segera direvisi,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....