Capaian dan PR Jabar Jelang HUT ke 81, Begini Kata Wagub dan Sekda
- 18 Agt 2026 21:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatatkan sejumlah capaian kinerja signifikan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Barat dari perspektif administrasi pemerintahan. Kendati demikian, jajaran pimpinan daerah menegaskan fokus utama saat ini tetap tertuju pada penyelesaian Pekerjaan Rumah (PR) sektor kemiskinan dan pengangguran.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan bahwa Pemprov Jabar sedang mematangkan revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Langkah ini diambil guna memastikan seluruh target pembangunan dapat dicapai secara terukur dan realistis hingga akhir masa jabatan.
"Banyak capaian yang sudah kita raih, namun masih banyak PR yang harus segera kita selesaikan, di antaranya pengangguran dan kemiskinan. Kami ingin yang betul-betul realistis dalam revisi RPJMD agar di akhir periode kemiskinan menurun tajam dan IPM meningkat," ujar Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, membeberkan sejumlah data keberhasilan makro pembangunan daerah. Salah satunya adalah lonjakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan delta kenaikan mencapai 0,98 poin, yang menjadi lompatan tertinggi secara nasional di atas rata-rata Indonesia sebesar 0,88 poin.
Selain IPM, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jawa Barat pada triwulan II mencatatkan angka positif sebesar 5,73 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,29 persen. Keberhasilan signifikan lainnya berada pada angka penanganan stunting yang berhasil ditekan hingga 5,8 persen, turun dari 21,7 persen menjadi 15,9 persen.
"LPE kita di atas rata-rata nasional dan penurunan stunting kita sebesar 5,8 persen merupakan yang tertinggi se-Indonesia. Ini keberhasilan bersama seluruh kabupaten, kota, kecamatan, hingga desa yang turut membantu penurunan angka stunting secara nasional," ungkap Sekda Jabar, Herman Suryatman.
Di balik deretan prestasi tersebut, Herman mengakui Pemprov Jabar masih dihadapkan pada tantangan pengentasan kemiskinan dan penurunan angka pengangguran. Meskipun indikator kemiskinan dan pengangguran telah mengalami penurunan, angka pengurangan tersebut dinilai masih perlu diperakselerasi.
Untuk itu, Pemprov Jabar kini tengah menyusun skenario percepatan agar angka penurunan kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan hingga 0,5 persen pada akhir masa jabatan. Seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar pun diminta meningkatkan kecepatan dan melipatgandakan kinerja pelayanan publik.
"Pak Wagub menyampaikan penurunan saat ini masih belum cukup, kita harapkan bisa menembus 0,5 persen. Kami di birokrasi siap bekerja habis-habisan dan melipatgandakan kecepatan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat," tegas Herman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....