Kasus Penyekapan Perempuan Tiga Tahun, Atalia Praratya Serukan Kepedulian Sosial

  • 21 Jun 2026 16:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan selama tiga tahun di Jawa Barat menyita perhatian publik. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka berat di sejumlah bagian tubuh, sehingga memicu keprihatinan luas dari berbagai kalangan.

Anggota DPR RI, Atalia Praratya, turut menyampaikan keprihatinan mendalam melalui unggahan di media sosial. Ia menekankan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Tiga tahun. Bukan tiga hari. Bukan tiga minggu. Bukan tiga bulan. Tiga tahun seorang perempuan diduga hidup dalam penyekapan dan penderitaan,” tulis Atalia, Minggu 21 Juni 2026.

Atalia mempertanyakan bagaimana penderitaan korban dapat berlangsung begitu lama tanpa terdeteksi. “Kemana kita semua selama tiga tahun itu? Orang-orang yang mungkin melihat sesuatu yang janggal, apakah benar tidak ada satu pun tanda yang terlihat?” ungkapnya.

Menurut Atalia, kasus ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tidak cukup hanya sebatas menyapa atau bertegur sapa dengan tetangga. Ia menekankan bahwa perhatian kecil bisa menjadi jalan penyelamat bagi seseorang yang sedang berada dalam situasi berbahaya.

“Terkadang, satu pertanyaan sederhana, satu bentuk perhatian kecil, bisa menjadi jalan penyelamat bagi seseorang,” ujarnya. Atalia juga menyampaikan dukungan moril kepada korban dan keluarganya. “Teteh, hati dan pikiran saya sepenuhnya bersama teteh dan keluarga,” tulisnya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku untuk segera melapor kepada aparat penegak hukum. “Jika Anda melihat, mengenali, atau mengetahui keberadaannya, segera laporkan melalui saluran resmi Humas Polda Jabar atau kepolisian setempat. Cari dan hukum pelaku seberat-beratnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang diketahui kerap berpindah-pindah lokasi. “Kami sudah beberapa hari ini mengejar tersangka. Dari hasil pemetaan, dia suka berpindah-pindah dan sempat hampir kami gerebek, namun berhasil kabur,” ujarnya, Kamis 19 Juni 2016.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan terduga pelaku guna mempercepat proses penangkapan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....