DPRD Jabar Soroti Lambannya Progres TPA Legok Nangka Ditengah Situasi Kritis
- 10 Jun 2026 18:05 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Dady Rohanady, menyoroti lambannya perkembangan proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang hingga kini belum menunjukkan progres signifikan. Menurut Dady, proyek pengolahan sampah regional seperti Legok Nangka dan Nambo merupakan bagian dari kebijakan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
"TPA Nambo itu mengurus wilayah Depok dan Bogor. Sementara Legok Nangka dirancang untuk melayani Bandung Raya, Sumedang, bahkan Garut. Kebijakan seperti ini memang sudah diatur dalam perundang-undangan" Kata Daddy. Rabu 10 Juni 2026.
Namun, ia menyayangkan realisasi proyek yang terus mengalami penundaan meski telah lama masuk dalam agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dady mengaku DPRD berkali-kali menerima target penyelesaian proyek yang kemudian kembali mundur.
"Yang kita sayangkan, kenapa lama sekali tidak bergerak di eksekutif. Saya jadi dewan sejak 2009, rasanya dewan terus diberi harapan tetapi realisasinya belum terlihat," Ujarnya
Ia menilai keterlambatan proyek pengolahan sampah regional yang bukan hanya mengecewakan DPRD. Tetapi juga masyarakat yang menunggu solusi atas persoalan sampah di Jawa Barat.
"Dewan kecewa mungkin enggak terlalu masalah. Tapi kalau sudah masyarakat kecewa, kecewanya kan bukan cuma terhadap eksekutif, tapi terhadap pemerintahan Jawa Barat secara keseluruhan. Mulai dari bahkan yang kena nanti urusannya desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten, dewan provinsi dan sebagainya." Ujarnya
Menurutnya, apabila Legok Nangka nantinya hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah, maka nasibnya tidak akan berbeda dengan TPA Sarimukti yang saat ini menghadapi keterbatasan kapasitas. Dady menegaskan konsep awal Legok Nangka adalah sebagai fasilitas pengolahan sampah modern, bukan sekadar lokasi penumpukan sampah.
"Sampai hari ini kita belum melihat progres yang signifikan. Kalau pada akhirnya hanya menjadi tempat pembuangan, nasibnya akan sama dengan Sarimukti. Kita hanya menumpuk sampah, padahal konsep awalnya bukan seperti itu," Pungkasnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....