SPMB Sekolah Maung Disorot Umi Siti, Aplikasi Belum Siap Banyak Gangguan Sistem

  • 07 Jun 2026 14:43 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, menyoroti berbagai kendala yang terjadi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Program Sekolah Maung. Ia menilai banyak fitur dalam aplikasi pendaftaran belum siap digunakan sehingga memicu berbagai keluhan dari masyarakat, mulai dari gangguan sistem hingga perubahan skor akademik dan nonakademik peserta.

Siti Muntamah, mengungkapkan pihaknya telah mendatangi Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat untuk meminta klarifikasi terkait berbagai permasalahan yang muncul selama proses SPMB Program Sekolah Maung berlangsung. Menurut Siti, aplikasi yang digunakan dalam proses penerimaan siswa baru tersebut belum melalui pengujian yang memadai sebelum diterapkan kepada masyarakat.

"Komisi V kemarin sudah mendatangi Disdik untuk mengklarifikasi beberapa hal. Aplikasi ini memang belum diujikan terlebih dahulu karena waktunya sangat mepet. Ternyata di lapangan banyak sekali fitur-fitur yang tidak sesuai," ujar Siti, Minggu 7 Juni 2026.

Ia berharap pelaksanaan SPMB Sekolah Maung dapat berjalan lancar dan adil bagi seluruh calon peserta didik yang ingin mengikuti program tersebut. Namun, ia meminta Disdik Jabar memberikan perhatian serius terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Saya berharap penerimaan Sekolah Maung ini berjalan lancar dan adil. Jangan sampai anak-anak maupun orang tua yang membutuhkan bantuan justru tidak mendapatkan pelayanan yang baik," katanya.

Siti menilai munculnya berbagai kendala tidak terlepas dari perubahan sistem yang dilakukan dalam waktu singkat setelah hadirnya Program Sekolah Maung. Kondisi tersebut membuat banyak pihak di sekolah asal maupun sekolah tujuan belum memahami sepenuhnya mekanisme yang diterapkan.

"Pada saat saya tinjau kelapangan ternyata masih banyak pihak yang belum memahami sistem yang digunakan. Ini menyebabkan kesiapan Program Sekolah Maung belum optimal." ujarnya.

Ia juga menyoroti banyaknya laporan dari masyarakat terkait gangguan aplikasi yang berlangsung cukup lama. Bahkan, menurutnya, terdapat kasus sistem mengalami gangguan hingga lebih dari dua hari sehingga merugikan calon siswa dan orang tua.

"Kasihan para orang tua. Mereka sudah berusaha memahami sistem, tetapi ternyata sistemnya mengalami error. Error-nya bukan satu atau dua jam, tetapi ada yang sampai dua setengah hari. Ini tentu merugikan anak-anak, sekolah, dan orang tua," tuturnya.

Selain gangguan sistem, Komisi V DPRD Jabar juga menerima laporan terkait perubahan skor yang dialami sejumlah peserta, baik pada aspek akademik maupun nonakademik.

Siti menyebut skor kepemimpinan yang berasal dari kegiatan organisasi seperti OSIS dan Pramuka sempat mengalami permasalahan akibat sistem yang belum siap mengakomodasi berbagai kondisi di lapangan.

"Ada laporan skor yang tiba-tiba berubah. Termasuk skor kepemimpinan dari kegiatan Pramuka dan OSIS. Ini menunjukkan proses uji coba aplikasinya masih kurang sehingga berbagai kasus di lapangan belum terantisipasi," katanya.

Tidak hanya itu, ia juga mencontohkan adanya kendala pada jalur afirmasi yang menyebabkan sejumlah calon siswa tidak dapat terakomodasi sebagaimana mestinya karena persoalan teknis dalam sistem. Menurut Siti, banyaknya persoalan yang muncul menjadi catatan penting bagi Disdik Jawa Barat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penerimaan siswa baru tersebut.

"Hari ini Dinas Pendidikan punya banyak catatan. Bahkan bisa dikatakan catatan merahnya cukup banyak. Kami di Komisi V juga belum menerima presentasi secara utuh terkait sistem yang digunakan dalam SPMB ini," ujarnya.

Ia membandingkan pelaksanaan tahun ini dengan sistem penerimaan siswa baru pada tahun-tahun sebelumnya yang dinilai lebih matang karena aplikasi terlebih dahulu dipresentasikan dan diuji bersama berbagai pihak sebelum diterapkan."Kalau dulu setelah sosialisasi, aplikasinya dipresentasikan terlebih dahulu. Kami ikut duduk bersama menguji berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan. Tahun ini belum sampai ke tahap itu, tetapi penerimaan siswa baru sudah langsung berjalan," Pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....