Siti Muntamah Percaya Semua Sekolah Berpotensi Cetak Generasi Unggul
- 02 Jun 2026 19:15 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, mengingatkan bahwa seluruh lembaga pendidikan memiliki potensi yang sama dalam mencetak generasi unggul. Karena itu, pengembangan program Sekolah Maung di Jawa Barat tidak boleh mengesampingkan peran sekolah-sekolah lain yang selama ini juga telah melahirkan lulusan berkualitas.
Menurut Siti, program Sekolah Maung yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. "Sekolah-sekolah yang akan menjadi sekolah unggulan di Jawa Barat yaitu sekolah maung harus benar-benar bisa menjadi program yang diharapkan mampu menjawab persoalan pendidikan dan menjadi solusi," ujar Siti Muntamah, Selasa, 2 Juni 2026
Meski mendukung upaya pemerintah menghadirkan sekolah unggulan, Siti menilai konsep tersebut perlu tetap memperhatikan prinsip pemerataan pendidikan. Sebab, selama ini banyak sekolah yang telah menunjukkan kualitas dan mampu menghasilkan lulusan berprestasi.
"Meskipun selama ini juga sudah ada sekolah-sekolah yang dianggap unggul, kita sebenarnya berharap terjadi pemerataan. Namun Pak Gubernur menginginkan sekolah unggul itu lebih ditonjolkan agar dapat melahirkan manusia-manusia unggul," ujarnya.
Siti menegaskan label sekolah unggulan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas lulusan. Menurutnya, seluruh lembaga pendidikan memiliki peran yang sama dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik.
"Padahal pada dasarnya setiap lembaga pendidikan juga melahirkan manusia unggul, yaitu manusia yang beriman, bertakwa, berilmu, memiliki soft skill, hard skill, beretika, mandiri, dan mampu menjadi sumber inisiator kebaikan serta menghadirkan solusi bagi masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, pengembangan Sekolah Maung juga harus dilandasi prinsip keadilan. DPRD Jawa Barat mendukung pemberian fasilitas bagi peserta didik dengan kemampuan di atas rata-rata, namun pelaksanaannya tidak boleh menimbulkan kesan diskriminatif.
"Di Jawa Barat sendiri ada sekitar 2,5 persen anak yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dan perlu difasilitasi. Kalau memang sesuai data, tentu kita dorong. Namun yang menjadi perhatian kami adalah agar sistem ini tidak menimbulkan diskriminasi dan tetap berlandaskan nilai keadilan," tambahnya.
Selain itu, DPRD Jawa Barat juga menyoroti kesiapan sarana dan prasarana pendukung program tersebut. Siti menyebut Sekolah Maung merupakan transformasi dari konsep Sekolah Garuda, namun dengan mekanisme yang berbeda karena tidak menerapkan sistem asrama atau boarding.
"Selain itu, sarana dan prasarana juga harus dipersiapkan. Sekolah-sekolah unggulan ini merupakan transformasi dari konsep Sekolah Garuda. Bedanya, Sekolah Garuda memiliki sistem boarding, sementara sekolah unggulan ini tidak. Kami juga sempat menanyakan hal tersebut kepada Pak Gubernur, salah satu nilai tambah yang dapat dikembangkan dalam Sekolah Maung adalah penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik." Pungkasnya
DPRD Jawa Barat berharap program Sekolah Maung dapat berjalan sesuai tujuan. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengabaikan pemerataan akses serta kesempatan bagi seluruh peserta didik di Jawa Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....