Jangan Hanya Fokus Pajak, Iswara Minta Pemkab Bandung Optimalkan PAD Pariwisata
- 30 Mei 2026 22:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iswara, mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat sektor pariwisata sebagai langkah strategis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap penerimaan dari sektor pajak.
Menurut Iswara, potensi wisata di Kabupaten Bandung harus dimanfaatkan secara maksimal agar struktur pendapatan daerah tidak hanya bertumpu pada pajak kendaraan bermotor maupun pajak bangunan. Diversifikasi sumber pendapatan disebut menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan fiskal daerah.
“Harus kita manfaatkan sektor pariwisata. Jadi jangan kita berharap kepada pajak kendaraan bermotor atau pajak bangunan,” kata Iswara dalam keterangan yang diterima, Kamis 29 Mei 2026.
Ia menilai pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber pendapatan daerah sekaligus memperkuat daya saing Kabupaten Bandung di sektor ekonomi kreatif.
Selain meningkatkan PAD, Iswara menyebut sektor pariwisata juga memiliki dampak ekonomi langsung terhadap masyarakat. Kehadiran wisatawan domestik maupun mancanegara diyakini mampu mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di sekitar kawasan wisata.
“Sehingga nanti wisatawan domestik maupun mancanegara datang terus ke Jawa Barat,” ujarnya menambahkan.
Data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung menunjukkan jumlah destinasi wisata terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022 tercatat sebanyak 807 destinasi, meningkat menjadi 853 destinasi pada 2023, dan kembali bertambah menjadi 922 destinasi pada 2024.
Sejumlah kawasan wisata seperti Ciwidey, Rancabali, Soreang, dan Pangalengan masih menjadi penopang utama kunjungan wisatawan. Kawasan tersebut ramai dikunjungi terutama saat akhir pekan dan musim libur panjang, sehingga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bandung mencatat realisasi PAD hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp1,8 triliun atau sekitar 81,51 persen dari target APBD Perubahan 2025 sebesar Rp2,2 triliun. Struktur PAD masih didominasi sektor pajak daerah dengan kontribusi mencapai Rp1,072 triliun.
Sementara itu, retribusi daerah menyumbang Rp619,8 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp82,6 miliar, dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp44,6 miliar. Kondisi ini menunjukkan dominasi pajak konvensional dalam pendapatan daerah.
Dengan situasi tersebut, Iswara menilai penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menjadi alternatif strategis. Langkah ini diharapkan mampu memperluas sumber pendapatan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pajak kendaraan bermotor dan pajak bangunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....