Maulana Yusuf: Sekolah Maung Diminta Jangan Sekadar Penuhi Janji Politik

  • 11 Mei 2026 20:31 WIB
  •  Bandung

RRI. CO. ID BANDUNG – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Maulana Yusuf Erwinsyah meminta program Sekolah Maung tidak dijalankan secara tergesa-gesa hanya demi memenuhi janji politik. Menurutnya, pelaksanaan program pendidikan harus mengedepankan pemerataan mutu sekolah serta kesiapan konsep agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Konsep Sekolah Maung sebenarnya memiliki gagasan yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Jawa Barat. Namun, pelaksanaannya saat ini dinilai belum tepat karena diterapkan pada sekolah-sekolah yang sebelumnya sudah berstatus unggulan.

“Sekolah Maung memiliki konsep yang baik. Namun dengan pelaksanaan saat ini justru ibarat memberi garam pada lautan. Bagaimana konsep tersebut dapat diuji dengan baik jika dijalankan di sekolah-sekolah yang tanpa embel ‘Maung’ pun sudah menjadi sekolah unggulan,” ujar Maulana. Senin 11 Mei 2026.

Ia menilai pemerintah seharusnya lebih berhati-hati dalam menjalankan program pendidikan berskala besar agar tidak menimbulkan kesan sekadar mengejar target politik. “Jangan memberikan kesan tergesa-gesa hanya untuk memenuhi janji politik, yaitu mendirikan 10 sekolah kejuruan unggulan dengan boarding school di dalamnya,” katanya.

Maulana juga meminta pelaksanaan program Sekolah Maung saat ini dihentikan sementara dan dikembalikan sesuai kesepakatan awal antara Komisi V DPRD Jawa Barat dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat. “Maka, hentikan proses Sekolah Maung saat ini, dan kembalikan pelaksanaannya kepada dokumen yang telah disepakati antara Komisi V DPRD Jawa Barat dan Disdik Jawa Barat pada tanggal 27 Januari 2026, yaitu membangun 1 Sekolah Maung di Tajug Gede, Purwakarta,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Maulana menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat seharusnya difokuskan pada pemerataan mutu seluruh sekolah, bukan hanya membangun sekolah unggulan baru. Menurutnya, pemerintah perlu menghapus disparitas kualitas antar sekolah dengan meningkatkan sekolah level C dan B menjadi level A, sekaligus memastikan seluruh anak di Jawa Barat memperoleh akses pendidikan yang layak.

“Jika ingin mendapat pembuktian di dunia pendidikan, maka cukup dengan menghilangkan disparitas antar lembaga pendidikan, naikkan level C dan B sekolah menjadi level A seluruhnya, serta pastikan seluruh anak-anak Jawa Barat dapat sekolah dan menikmati hasil pendidikan tersebut dengan mendapatkan pekerjaan dan atau melanjutkan ke jenjang lebih tinggi,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....