Tawuran Pelajar di Bandung, Siti Muntamah: PR Panjang Dunia Pendidikan
- 17 Mar 2026 13:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Bandung kembali diguncang kabar duka. Seorang pelajar SMA meninggal dunia akibat tawuran yang melibatkan SMAN 5 dan SMAN 2 di Kota Bandung. Peristiwa tragis ini mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah Oded, yang menegaskan bahwa kasus tersebut menjadi pekerjaan rumah panjang bagi dunia pendidikan dan orang tua.
“Ini PR kita di pendidikan. Bukan soal anak itu sekolah di mana, gurunya siapa, atau kepala sekolahnya siapa. Ini adalah tanggung jawab bersama, terutama orang tua secara kolektif yang membangun sistem. Jangan sampai kita kecolongan seperti ini,” ujar Siti Muntamah saat diwawancarai RRI, Selasa 17 Maret 2026.
Menurutnya, meski kejadian tawuran kerap disebut terjadi di luar sekolah, hal itu tetap menunjukkan lemahnya pengaruh positif yang seharusnya diterima anak-anak di lingkungan pendidikan. “Kenapa pengaruh negatif lebih besar dibanding input positif di sekolah? Ini pertanyaan penting bagi kita semua,” tambahnya.
Siti Muntamah juga menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya korban. “Saya sangat sedih. Usia 17 tahun harus meninggal dalam keadaan tragis, dikeroyok oleh sahabat seangkatannya. Ini catatan penting bagi kita sebagai orang tua, baik di rumah maupun secara kolektif di lingkungan,” ucapnya.
Ia menilai tawuran pelajar jarang terjadi di Bandung, yang biasanya lebih sering ditemukan di daerah lain. “Kunaon Bandung gitu aya? Ada apa dengan Bandung ini? Hari ini jadi PR-nya Pak Wali Kota, bagaimana struktur pemerintahan kota menjaga keamanan masyarakat,” tegasnya.
Agar kejadian tidak kembali terulang, Umi Siti Muntamah memastikan DPRD Jawa Barat akan memanggil Dinas Pendidikan untuk mendalami kasus ini. “Saya pikir ini penting, nanti akan jadi agenda khusus. Malam itu saya langsung mention Pak Sekdis begitu dapat kabar. Beliau akan mendalami kasus dan merilis kronologi kejadian. Ini catatan penting bahwa kita belum bisa memberikan border keamanan bagi anak-anak kita,” jelasnya.
Kasus tawuran pelajar di Bandung ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan dan pemerintah daerah. Selain menyoroti peran sekolah, DPRD menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan sistem kolektif masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman bagi generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....