Pohon Miring Ancam Keselamatan di Cimahi, Begini Kata Buky
- 17 Feb 2026 16:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, menyoroti keberadaan pohon mahoni berukuran besar yang condong ke badan Jalan Kolonel Masturi, Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara. Kondisi pohon dinilai membahayakan keselamatan pengendara di jalur penghubung strategis antara Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.
Sorotan itu disampaikan Buky usai meninjau langsung lokasi pada 27 Januari 2026. Ia menyebut persoalan tersebut bukan hal baru, karena warga setempat dari tingkat RW hingga kelurahan sudah berulang kali melaporkan agar segera ada penanganan.
“Sudah lima tahun persoalan ini dipingpong. Ini jalan provinsi yang menghubungkan Cisarua sampai Cimahi. Warga sudah lama meminta solusi karena pohon condong ke jalan dan mengganggu arus lalu lintas,” kata Buky dalam keterangan tertulisnya, Selasa 17 Februari 2026.
Menurutnya, posisi pohon yang miring bukan sekadar mengganggu pandangan, tetapi juga kerap memicu kecelakaan, terutama saat arus kendaraan padat. Beberapa pengendara disebut pernah menabrak batang pohon tersebut.
“Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Ini jelas membahayakan keselamatan,” tegasnya.
Buky menduga lambannya penanganan terjadi akibat belum solidnya koordinasi antarorganisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menyinggung adanya tarik ulur kewenangan antara dinas lingkungan hidup dan dinas bina marga.
“Karena ini kewenangan provinsi, jangan sampai dipingpong antar dinas. Saya minta pemerintah segera tuntaskan,” ujarnya.
Ia menambahkan, laporan warga yang masuk telah ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan bersama lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Hasil pengecekan menunjukkan kondisi pohon memang sudah dalam kategori berbahaya.
“Setelah dicek langsung, memang sangat miring dan berpotensi mengancam pengguna jalan,” ungkapnya.
Buky mendesak agar langkah konkret segera diambil tanpa harus menunggu jatuhnya korban berikutnya. Ia menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas persoalan birokrasi.
“Nyawa warga terlalu berharga untuk ditunda-tunda,” pungkasnya.
Ia berharap koordinasi lintas dinas segera dirampungkan sehingga penanganan bisa dilakukan dalam waktu dekat, demi menjamin aktivitas masyarakat di jalur vital tersebut kembali aman dan lancar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....