Komisi II DPRD Jabar Soroti Optimalisasi Produksi Garam
- 28 Jan 2026 10:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti berbagai kebutuhan strategis dalam upaya mengoptimalkan potensi produksi garam di wilayah Jawa Barat. Sorotan ini muncul setelah kunjungan kerja ke Satuan Pelaksana Pergaraman Kapetakan, Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Utara, Kabupaten Cirebon, Selasa 27 Januari 2026.
Ketua Komisi II DPRD Jabar, Bambang Mujiarto, menyampaikan bahwa Jawa Barat saat ini tercatat sebagai produsen garam terbesar ketiga di Indonesia. Posisi tersebut menunjukkan peran penting provinsi dalam peta produksi garam nasional sekaligus menegaskan potensi besar sektor kelautan dan perikanan.
“Potensi yang kita miliki sangat luar biasa dalam sektor kelautan dan perikanan, khususnya para petambak garam,” ujar Bambang. Ia menekankan bahwa kekuatan produksi garam di Jawa Barat harus diimbangi dengan kebijakan yang mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.
Meski memiliki potensi besar, hasil kunjungan kerja menemukan sejumlah aspek krusial yang masih perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bambang menilai, tanpa dukungan menyeluruh, potensi tersebut belum bisa dimaksimalkan secara optimal.
Baca juga:DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Layanan BRT Bandung Raya
Pertama, optimalisasi sarana dan prasarana menjadi kebutuhan mendesak. Infrastruktur pendukung di lapangan dinilai masih belum maksimal, sehingga menghambat produktivitas petani garam. Kedua, peningkatan sumber daya manusia melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan agar kapasitas petani garam terus meningkat.
Ketiga, penerapan teknologi tepat guna diyakini mampu meningkatkan kualitas garam Jawa Barat agar lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional. Keempat, integrasi permodalan menjadi komponen penunjang yang krusial, karena dukungan finansial akan memperkuat daya saing pelaku usaha garam.
Bambang menegaskan, apabila seluruh komponen mulai dari sarana dan prasarana, SDM, teknologi, hingga permodalan dapat terintegrasi dengan baik, maka potensi Jawa Barat tidak hanya unggul dari segi kuantitas. Lebih dari itu, kualitas hasil produksi garam juga akan meningkat signifikan.
“Harapan kita, komitmen ini dibangun bersama untuk kemajuan Jawa Barat dan yang paling utama adalah demi kesejahteraan masyarakat petani garam pada khususnya,” tutup Bambang. Pernyataan ini sekaligus menjadi dorongan agar pemerintah daerah lebih serius mengawal sektor pergaraman sebagai bagian dari ketahanan ekonomi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....