DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Layanan BRT Bandung Raya
- 28 Jan 2026 10:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya peningkatan layanan transportasi publik, khususnya Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Penekanan itu disampaikan dalam kunjungan kerja ke Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang dilakukan untuk meninjau langsung operasional BRT sekaligus mengevaluasi fasilitas pendukung yang dibutuhkan masyarakat.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa layanan BRT tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan mobilitas warga Bandung Raya. DPRD menilai transportasi publik harus hadir sebagai solusi nyata atas kemacetan dan keterbatasan akses mobilitas di kawasan metropolitan.
Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Prasetyawati, menyebut layanan BRT Bandung Raya menunjukkan perkembangan positif. Tingkat keterisian penumpang dinilai cukup tinggi, menandakan adanya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi ini.
Namun, hasil peninjauan di lapangan masih menemukan sejumlah titik yang belum dilengkapi halte atau tempat singgah memadai. Kondisi ini membuat pelayanan bagi penumpang maupun pengemudi belum optimal, sehingga perlu segera ditindaklanjuti.
“Selain jalur dan armada yang sudah baik, fasilitas pendukung menjadi kunci agar pengguna transportasi umum merasa terlayani dengan layak dan nyaman,” ujar Prasetyawati, Selasa 27 Januari 2026. Ia menekankan bahwa kualitas layanan tidak hanya diukur dari armada, tetapi juga dari kenyamanan fasilitas penunjang.
Baca juga:Sekolah Digunakan Posko Longsor, Ratusan Siswa Belajar Daring
Prasetyawati menjelaskan, keberadaan halte meskipun bersifat non-permanen sangat dibutuhkan. Halte berfungsi melindungi penumpang dari panas dan hujan, sekaligus menjadi titik aman bagi pengemudi saat menurunkan atau menaikkan penumpang.
“Kalau fasilitas seperti halte kecil dan toilet portable tersedia, tentu pengalaman pengguna akan jauh lebih baik. Masyarakat jadi lebih yakin untuk beralih ke transportasi umum,” tambahnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa detail kecil dalam pelayanan publik dapat menentukan keberhasilan program besar.
Program BRT Bandung Raya sendiri merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Dengan target pengembangan trayek hingga 2027, BRT diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Bandung Raya.
DPRD menilai, keberadaan BRT harus terus dikawal agar tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Integrasi dengan moda transportasi lain serta dukungan fasilitas publik menjadi faktor penentu keberhasilan sistem transportasi ini.
“Harapan saya, di tahun 2027 seluruh jalur sudah terbangun dengan baik sehingga BRT bisa benar-benar menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas masyarakat,” tutup Prasetyawati.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pemerintah daerah dan pihak terkait mempercepat penyediaan fasilitas pendukung. Dengan begitu, BRT Bandung Raya dapat menjadi simbol transformasi transportasi publik yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....