Dorong Budaya Kerja Baru dan Gerakan Hemat Energi di Sektor Pendidikan
- 06 Apr 2026 11:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi budaya kerja yang selaras dengan gerakan hemat energi sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional. Kebijakan ini diarahkan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih efisien, adaptif, dan tetap memberikan layanan optimal kepada masyarakat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa transformasi ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pemerataan akses layanan, relevansi pendidikan dengan kebutuhan masa depan, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, perubahan pola kerja bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga kesiapan menghadapi tantangan zaman melalui digitalisasi dan budaya kerja yang lebih fleksibel.
Dalam implementasinya, Kemendikdasmen mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat sejak 1 April 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya penghematan energi, termasuk pengurangan penggunaan kendaraan dinas dan perjalanan kerja.
Selain itu, pemerintah juga mendorong optimalisasi transportasi publik dan perluasan program Car Free Day (CFD) di berbagai daerah.
“WFH bukan berarti libur. ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab dengan memanfaatkan teknologi, sementara layanan publik tetap berjalan,” ujar Abdul Mu'ti, Senin 6 April 2026.
Fokus pada pelayanan publik tetap menjadi prioritas. Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikdasmen dipastikan tetap beroperasi secara responsif melalui berbagai kanal, baik tatap muka maupun digital seperti WhatsApp, telepon, dan posel. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung normal, dengan guru tetap hadir sesuai kebutuhan pembelajaran.
Gerakan hemat energi juga diperkuat melalui inisiatif Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Program ini mendorong satuan pendidikan untuk menerapkan kebiasaan ramah lingkungan, seperti pengelolaan sampah, penghijauan, dan efisiensi penggunaan energi di lingkungan sekolah.
Mendikdasmen juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif, mulai dari penggunaan transportasi umum, bersepeda, hingga membiasakan berjalan kaki ke sekolah. Orang tua pun diimbau untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saat mengantar anak. Di sisi lain, pemerintah daerah didorong menyediakan infrastruktur pendukung seperti jalur sepeda.
“Ini momentum untuk membangun kebiasaan baru yang lebih baik—lebih hemat energi, lebih peduli lingkungan, dan tetap produktif,” ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat, Kemendikdasmen optimistis transformasi ini dapat menciptakan sistem pendidikan yang berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....