Hari Pertama TKA SMP, Kemendikdasmen Pastikan Pelaksanaan Lancar dan Kredibel
- 06 Apr 2026 11:21 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP berlangsung lancar, tertib, dan kredibel. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, saat meninjau ke beberapa sekolah.
Menteri Abdul Mu’ti menilai kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan TKA telah sesuai dengan ketentuan. Penataan ruang, mekanisme pelaksanaan, hingga dukungan teknis dinilai berjalan optimal. Ia menyatakan optimisme bahwa asesmen ini dapat berlangsung tanpa hambatan berarti.
“Tata kelola pelaksanaan sudah baik, mulai dari kesiapan ruang hingga sistemnya. Kita berharap TKA berjalan lancar hingga selesai,” ujarnya, dalam keterangannya, Senin 6 April 2026.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa TKA bukan penentu kelulusan siswa. Kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing sekolah. TKA berfungsi sebagai instrumen untuk memetakan kemampuan akademik siswa, khususnya dalam literasi dan numerasi, serta dilengkapi dengan survei karakter dan lingkungan belajar.
Menurutnya, hasil TKA akan menjadi pelengkap penilaian yang selama ini mencakup nilai rapor dan prestasi nonakademik. Data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam sistem penerimaan murid baru melalui berbagai jalur, seperti domisili, prestasi dan afirmasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi integritas selama pelaksanaan TKA dengan mengusung semangat “Jujur dan Gembira”. Siswa diminta mengerjakan soal dengan jujur dan tanpa tekanan, sementara pengawas diimbau menjalankan tugas secara profesional tanpa distraksi, termasuk menghindari aktivitas dokumentasi yang tidak perlu.
Untuk menjaga kredibilitas, Kemendikdasmen telah menerapkan berbagai sistem pengamanan guna mencegah kecurangan. Proteksi tersebut dirancang sejak awal agar proses asesmen berjalan transparan dan akuntabel.
Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa TKA dirancang sebagai sistem “five in one” yang menghasilkan lima jenis data sekaligus, yaitu kemampuan akademik, literasi, numerasi, karakter, serta kondisi lingkungan belajar.
Kemendikdasmen juga memastikan kesiapan pelaksanaan TKA di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui skema fleksibel. Sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas tetap dapat melaksanakan asesmen, termasuk dengan metode berbagi perangkat.
Sementara itu, bagi sekolah terdampak bencana, pemerintah menyediakan mekanisme ujian susulan berbasis komputer.
“Kami optimistis TKA dapat menghasilkan data yang valid dan akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan ke depan,” tegasnya.
Dengan pelaksanaan yang relatif lancar di hari pertama, Kemendikdasmen berharap TKA dapat berjalan konsisten hingga akhir serta memberikan gambaran menyeluruh tentang capaian pendidikan siswa di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....