Alumni LPDP Diterjunkan ke Sekolah 3T, Dorong Optimalisasi Pembelajaran Digital

  • 31 Mar 2026 16:24 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemanfaatan teknologi di sekolah melalui program Alumni Pejuang Digital. Sebanyak 150 alumni penerima beasiswa LPDP diterjunkan ke 150 sekolah dasar di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) dan daerah khusus.

Program ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan lebih dari 288 ribu perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital yang telah didistribusikan pemerintah, agar benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa masih terdapat sekolah yang belum memanfaatkan perangkat digital secara maksimal. Ia menekankan pentingnya peran para alumni dalam menjembatani kesenjangan antara teknologi dan praktik pembelajaran.

“Kehadiran saudara sebagai peserta Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital menjadi sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara teknologi dan praktik belajar. Ia harus menghadirkan pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Selasa 31 Maret 2026.

Para peserta sebelumnya mengikuti pembekalan intensif selama sembilan hari di Jakarta, mulai 29 Maret hingga 6 April 2026, dengan total 63 jam pelajaran. Materi yang diberikan mencakup aspek teknis, pedagogi, literasi digital, komunikasi lintas budaya, hingga coaching bagi guru.

Selama tiga bulan penugasan, setiap alumni akan ditempatkan di satu sekolah untuk membangun ekosistem pembelajaran digital dari dalam, termasuk mendampingi guru, mendukung manajemen sekolah, hingga melakukan pengembangan ke sekolah lain di wilayah sekitar.

Adapun 150 sekolah sasaran tersebar di empat kabupaten, yakni Sumedang (Jawa Barat), Kupang (NTT), Halmahera Utara (Maluku Utara), dan Merauke (Papua Selatan), yang dipilih berdasarkan kebutuhan peningkatan literasi, numerasi, serta kesiapan infrastruktur digital.

Salah satu peserta, Fitri Mardikas Teddy, mengaku termotivasi mengikuti program ini sebagai bentuk pengabdian kepada negara.

“Bagi saya ini bukan sekadar mengikuti program tapi bentuk pengabdian. Saya percaya pendidikan bisa mengubah masa depan seseorang. Saya ingin anak-anak di mana pun berada punya kesempatan yang sama untuk bermimpi dan mencapainya,” ujarnya.

Program ini diharapkan menjadi katalis perubahan dalam transformasi digital pendidikan, khususnya di wilayah 3T, sekaligus memperkuat pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....