Pengakuan Pelaku Begal saat Ditanya KDM, Sangat Mengejutkan
- 10 Agt 2026 21:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang – Pengakuan dua pelaku begal di kebun tebu Kecamatan Purwadadi, FS dan LHZ, di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengejutkan. Karena kecanduan obat-obatan terlarang jenis tramadol dan sejenisnya, keduanya tega menghabisi korban hingga meninggal dunia, dan melukai satu korban lain hingga patah tulang lengan.
FS mengaku, untuk memenuhi kebutuhan obat terlarang, dirinya sampai menggadaikan HP ke teman, dan menggadaikan kendaraannya ke pegadaian seharga Rp700 ribu.
"Uangnya habis, tapi kecanduannya obat obatan terlarang semakin tinggi. Akhirnya saya terinspirasi dari aksi begal di YouTube l, dan nekat melakukan kejahatan," ujar FS.
FS mengungkapkan, beberapa hari setelah beraksi, dia dan temannya LHZ, ditangkap Unit 1 Satresnarkoba Polres Subang di Bandung, karena kedapatan membawa obat-obatan terlarang. Saat itu keduanya sedang menjalani rehabilitasi.
Tak lama kemudian, Tim Resmob Satreskrim Polres Subang menangkap keduanya, terkait kasus begal di Purwadadi.
"Awalnya saya di tangkap oleh Unit I Satreskoba, kemudian saya dan teman saya dijemput oleh Tim Resmob Satreskrim Pores Subang, dan saya mengakui menjadi pelaku begal di kebun tebu Purwadadi itu saya, sama teman saya ini," katanya.
Atas perbuatannya, FS terancam hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati sesuai Pasal 365 KUHP. Saat ditanya kesiapannya, FS mengaku antara siap dan tidak siap, namun menyesali perbuatannya dan siap menerima hukuman setimpal.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta sinergi TNI-Polri dan pemerintah daerah, untuk memberantas peredaran sediaan farmasi tanpa izin di wilayah masing-masing.
"Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas jangan ragu menindak pengedar. Ini dampak dominonya nyata. Contohnya dua pelaku di Purwadadi ini. Karena kecanduan, akhirnya jadi begal dan menghilangkan nyawa orang," tegas KDM.Senin 10 Agustus 2026.
KDM menegaskan, pemberantasan obat terlarang harus sampai ke akar masalah, agar tidak melahirkan pelaku kriminal baru di Jawa Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....