Pria Bunuh Adik Ipar Perempuannya di Sekelimus Bandung, Polisi Beberkan Motifnya
- 15 Mei 2026 15:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung — Satreskrim Polrestabes Bandung mengungkap kasus penusukan yang menewaskan seorang perempuan di kawasan Sekelimus, Kota Bandung yang menggegerkan masyarakat. Pelaku diketahui merupakan kakak ipar korban sendiri.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Anton mengatakan peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu 9 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku berinisial CMM (30) mendatangi korban sebelum terjadi percekcokan yang berujung aksi penusukan.
“Hubungan antara pelaku dengan korban ini kakak ipar dan adik ipar. Sebelumnya memang ada permasalahan internal keluarga,” kata Anton dalam konferensi pers, Jumat 15 Mei 2026.
Korban bernama Nanda Tritami (26) merupakan adik dari istri pelaku. Berdasarkan keterangan pelaku, korban dianggap terlalu ikut campur dalam persoalan rumah tangganya, termasuk terkait upaya pelaku menemui anaknya.
“Menurut keterangan pelaku, korban turut campur masalah kehidupan keluarganya. Pelaku juga merasa dihalang-halangi untuk bertemu anaknya,” ujar Anton.
Polisi menyebut penusukan dilakukan di dalam mobil korban. Saat itu pelaku menghentikan kendaraan korban, membuka pintu mobil, lalu menyerang korban menggunakan pisau yang telah dipersiapkan sebelumnya.
“Dari keterangan saksi, penganiayaan dilakukan di dalam mobil. Di kendaraan itu juga ditemukan bercak darah di bagian depan dan sekitar setir,” katanya.
Korban mengalami delapan luka tusuk di sejumlah bagian tubuh dengan luka paling fatal berada di bagian dada hingga menembus paru-paru dan menyebabkan korban meninggal dunia. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan pelaku, pakaian korban, dan sebuah tas.
“Dari hasil autopsi ada luka di bagian dada yang menembus paru-paru sehingga menyebabkan korban meninggal dunia,”kata Anton.
Pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Polisi menilai unsur perencanaan terpenuhi karena pelaku telah mengikuti korban dan membawa senjata tajam sebelum melakukan penyerangan.
“Pelaku sudah menyiapkan tindakan untuk menghabisi nyawa korban. Jadi bukan spontanitas,” kata Anton.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....