Pemuda Amankan Sendiri Pencuri Sepatu, Dimaafkan dan Diberi Makan
- 13 Feb 2026 19:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Seorang pria tangkap dan amankan sendiri terduga pencuri sepatu di indekos tempatnya tinggal, di Dago Asri, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Aksinya tersebut viral dalam video yang ia bagikan di media sosial.
Peristiwa memergoki dan mengamankan terduga pencuri itu terjadi pada 8 Februari 2026 lalu. Pria tersebut yang diketahui bernama Prasetya Ramadhan (27), mengatakan sebelumnya ia yang sudah tiga tahun tinggal di tempat itu kehilangan lima sepatu, bahkan beberapa tetangganya di indekos tersebut juga pernah mengalami hal yang sama.
Usai memeriksa rekaman CCTV, Prasetya dibantu beberapa penghuni lainnya berinisiatif untuk memergoki dan meringkus sang terduga pencuri. Usut punya usut, terduga pelaku merupakan teman dari salah satu penghuni.
“Ternyata pelakunya itu temennya yang ngekos di sebelah saya. Dari situ memang sudah bikin strategi kalau pelakunya ke kosan lagi kita pantau. Nah hari itu dia datang lagi dan kita pergoki,” kata Prasetya saat dihubungi wartawan, Jumat 13 Februari 2026.
Dalam rekaman yang viral di media sosial itu, Prasetya terlihat menginterogasi terduga pencuri, uniknya bahkan terduga pencuri itu juga diberi makan oleh mereka. Ia mengatakan penangkapan itu dilakukan tanpa kekerasan, karena semata-mata hanya ingin sepatu-sepatu itu kembali lagi,
“Niat kita nangkap itu cuma ingin sepatu kita balik lagi, makanya sama kita nggak diapa-apain pelakunya. Bikin perjanjian sama pelaku bakal dilepas kalau sepatunya sudah balik,” kata Prasetya.
“Kita ikat dia dari siang jam 12 sekitar 5 jam sampai sore, terus kita kan lapar, jadi tidak mungkin kan kita makan sendiri tapi dia tidak, kita kasih makan, akhirnya makan bareng,” katanya menambahkan.
Ternyata, sang terduga pelaku itu telah menjual sepatu-sepatu tersebut di lapak dagang Facebook. Rentang harga sepatu yang dicuri sendiri beragam, berkisar di angka Rp.2.000.000
“Sepatu-sepatu itu udah dia jual di Facebook dan udah dibeli sama orang. Nah kita minta nomor pembelinya, awalnya pembelinya tidak percaya terus minta bukti kalau memang itu barang curian, akhirnya pada percaya dan sudah balik semua sepatunya,” kata Prasetya.
Setelah segala polemik itu berlalu, Prasetya kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak RT dan RW karena perlu penengah. Namun ia tidak melaporkannya ke Polisi lantaran merasa iba dengan pelaku yang menurutnya kondisinya memprihatinkan.
“Saya panggil RT/RW itu butuh penengah. Kemudian pelaku diminta dari keluarganya ada yang jemput, ternyata memang kondisi pelakunya tuh bisa dibilang memprihatinkan, tidak ada yang jemput. Katanya istrinya sedang dirawat, di cross check ke rumah sakit ternyata betul,” ujarnya.
Akhirnya, permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan Prasetya bersama penghuni lainnya berinisiatif memesankan ojek online (ojol) untuk pelaku menuju ke rumah sakit tempat istrinya dirawat.
“Iya selesai secara kekeluargaan, kita inisiatif pesan ojol buat dia ke rumah sakit,” kata Prasetya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....