Laka Lantas di Garut hingga April 2026 Renggut 23 Nyawa
- 19 Apr 2026 20:10 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakum) Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Ipda Marlina menyampaikan,
hingga triwulan pertama 2025 tercatat 31 korban meninggal dunia akibat kecelakaan. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2026 turun menjadi 23 orang atau berkurang sekitar 25,81 persen.
"Sementara itu, pada data tahun sebelumnya, jumlah korban luka berat mencapai 33 orang dan luka ringan sebanyak 119 orang," katanya, di Mapolres Garut, Minggu19 April 2026.
Ia mengatakan, seluruh kasus kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia langsung ditingkatkan ke tahap penyidikan. Namun dalam praktiknya, tidak semua perkara berlanjut ke proses hukum hingga pengadilan.
"Untuk kasus yang korban meninggal dunia, semuanya kami naikkan ke penyidikan. Tapi dalam perjalanannya, jika pihak keluarga sepakat diselesaikan secara musyawarah, maka bisa ditempuh melalui mekanisme restorative justice,” ujarnya.
Ia menyampaikan, apabila keluarga korban tidak menerima penyelesaian tersebut, maka perkara akan dilanjutkan ke tahap penuntutan. "Hingga saat ini, diperkirakan terdapat sekitar empat perkara yang berproses hingga ke tahap hukum, dengan dua di antaranya telah dinyatakan lengkap (P21)," katanya.
Ia mengatakan, faktor penyebab kecelakaan di Kabupaten Garut umumnya didominasi oleh faktor manusia, seperti kelelahan, kurang konsentrasi, hingga memaksakan diri berkendara. Selain itu, terdapat pula faktor lain seperti kondisi kendaraan, lingkungan, dan cuaca.
“Ada juga kasus yang dipengaruhi oleh konsumsi minuman keras atau obat-obatan, tapi yang paling dominan tetap faktor manusianya,” katanya.
Beberapa titik rawan kecelakaan di Garut diantaranya berada di wilayah Limbangan, khususnya di kawasan Cigagade, serta jalur berbelok di kawasan Sanding. Menurutnya, kondisi jalan yang relatif baik justru kerap memicu pengendara melaju dengan kecepatan tinggi.
"Sering kali karena jalannya bagus, pengendara jadi kurang waspada dan melaju lebih cepat, padahal itu berisiko tinggi jika tidak diimbangi dengan konsentrasi,” ungkapnya,"ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....