Kenangan Teman Soal Sosok Pelajar SMAN 5 Bandung yang Meninggal di Cihampelas
- 14 Mar 2026 17:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung — Suasana duka mewarnai hari dari keluarga dan teman-teman seorang pelajar dari SMAN 5 Bandung yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026 malam. Korban dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul di lingkungan pertemanannya.
Salah seorang teman sekolah korban, Ben Ali (17), mengaku terkejut dan tidak menyangka atas kabar meninggalnya temannya tersebut. Ia mengenang korban yang bernama Muhammad Fahdly Arjasubrata itu sebagai sosok yang selalu bersikap baik kepada siapa pun.
“Almarhum orangnya ramah, banyak teman, dan murah senyum. Dia juga disukai banyak orang,” ujar Ben saat ditemui di rumah duka di kawasan Pharmindo, Kota Cimahi, Sabtu 14 Maret 2026.
Ben mengatakan dirinya mulai mengenal korban sejak kelas IX SMP. Meski perkenalan mereka terjadi saat ia baru masuk sekolah, sikap korban yang terbuka membuatnya cepat merasa diterima.
Kabar duka tersebut pertama kali ia ketahui melalui percakapan di grup angkatan, sebelum akhirnya melihat informasi serupa di media sosial. “Awalnya dari grup angkatan, lalu saya lihat juga di Instagram,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Davin (17), teman korban sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengatakan, selama enam tahun mereka berada di kelas yang sama ketika masih di SD.
“Almarhum itu orang yang sangat baik. Waktu SMP kami juga sempat satu sekolah lagi, tapi setelah SMA kami berpisah,” kata Davin.
Ia mengaku terakhir bertemu korban sekitar satu bulan lalu. Saat itu mereka hanya sempat berbincang singkat.
“Kami cuma ngobrol sebentar. Rasanya masih tidak percaya bisa terjadi seperti ini,” ujarnya.
Davin juga mengingat salah satu hobi korban yang gemar memotret. Menurutnya, korban sering mengabadikan momen ketika teman-temannya bermain basket di sekolah.
“Waktu SMP dia sering memfoto teman-teman yang main basket di lapangan. Itu jadi kenangan buat kami,” katanya.
Sebelum kejadian, korban diketahui menghadiri kegiatan buka puasa bersama dengan teman-temannya di kawasan Ciumbuleuit. Setelah acara tersebut, korban berencana pulang ke rumah.
Namun dalam perjalanan, diduga terjadi insiden yang berujung pada aksi pengeroyokan di Jalan Cihampelas sekitar pukul 23.30 WIB.
Sementara itu, seorang warga setempat, Adi (40), mengatakan korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tergeletak di tepi jalan. Menurutnya sebelum kejadian sejumlah pelajar melintas menggunakan sepeda motor dari arah Ciumbuleuit setelah menghadiri acara buka bersama.
“Saat saya lihat, korban sudah tergeletak dan tidak bernyawa, tidak tahu persis bagaimana awalnya. Tiba-tiba saja sudah terjadi keributan,” katanya.
Setelah menemukan korban, Adi kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Tidak lama kemudian, petugas bersama tim Inafis dan ambulans datang ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Sementara itu, Kapolsek Coblong Kompol Riki Erickson mengkonfirmasi adanya peristiwa dugaan pengeroyokan yang melibatkan pelajar di kawasan tersebut. Berdasarkan informasi awal, insiden tersebut diduga melibatkan pelajar dari SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung.
“Dugaan sementara melibatkan pelajar dari SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung,” kata Riki, Sabtu 13 Maret 2026
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....