Tiga Mantan Pekerja Proyek KCIC Ditangkap gegara Curi Kabel Jalur Kereta Whoosh
- 01 Okt 2026 20:39 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Tiga dari lima pelaku utama pencurian kabel Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh yang diungkap Polres Cimahi ternyata merupakan mantan pekerja proyek KCIC. Pengalaman bekerja di kawasan proyek diduga membuat mereka mengetahui kondisi jalur, karakteristik komponen, hingga lokasi yang dinilai aman untuk melancarkan aksi pencurian.
Kapolres Cimahi AKBP Moh Faruk Rozi mengatakan, pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang didalami penyidik dalam mengungkap modus para pelaku. Pengetahuan mengenai kondisi lapangan diduga dimanfaatkan untuk menentukan sasaran dan waktu pencurian.
“Karena pernah bekerja di area proyek sehingga mengetahui kondisi lapangan, pengetahuan itu kemudian diduga dimanfaatkan untuk menentukan lokasi dan waktu yang dianggap aman untuk melakukan pencurian.” ujar Faruk saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Kamis 1 Oktober 2026.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku tidak selalu langsung membawa kabel yang telah dipotong dari jalur Whoosh. Sebagian kabel terlebih dahulu disembunyikan di sekitar lokasi untuk kemudian diambil pada waktu yang dianggap memungkinkan.
“Barang hasil pencurian tidak selalu langsung dibawa, ada yang dipotong terlebih dahulu kemudian disembunyikan di sekitar lokasi untuk diambil pada waktu berikutnya.” ucapnya.
Polisi bahkan menemukan sejumlah kabel yang sudah dipotong dan disembunyikan di sebuah bukit dengan jarak sekitar 70 meter dari lokasi kejadian. Temuan tersebut menjadi salah satu barang bukti yang menguatkan dugaan adanya pola pencurian komponen jalur Whoosh secara berulang.
Enam tersangka yang telah ditahan masing-masing berinisial HR (21), R (24), JR (22), G (23), FF (19), dan IR (46) yang berperan sebagai penadah. Penyidik masih mendalami keterlibatan masing-masing tersangka dalam rangkaian pencurian dan penjualan barang hasil kejahatan tersebut.
Pengungkapan kasus bermula ketika polisi menangkap seorang pelaku yang kedapatan mencuri enam klem pipa besi milik KCIC di Jalan Mancong, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, pada 16 September 2026. Pelaku diketahui membongkar klem yang terpasang pada tiang penyangga jalur menggunakan tang sebelum aksinya diketahui petugas keamanan KCIC.
Dari pemeriksaan terhadap pelaku, polisi memperoleh informasi bahwa pencurian serupa telah dilakukan sebanyak tiga kali. Total klem pipa yang dicuri mencapai 22 buah dengan nilai kerugian KCIC diperkirakan sekitar Rp3,3 juta.
Rangkaian penyelidikan kemudian mengarah pada kasus pencurian kabel di KM 105, Kampung Bojongsuren, Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada 7 September 2026. Dalam kasus tersebut, pelaku mencuri kabel sinyal dan grounding yang terpasang di jalur Whoosh dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kasus lainnya terjadi di KM 120+526, Blok Mancong, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, pada 26 Juli 2026. Kabel jaringan telekomunikasi atau optik sepanjang sekitar tiga meter dicuri dari jalur tersebut dengan kerugian yang ditaksir mencapai Rp24,6 juta.
Di sisi lain, KCIC memastikan komponen yang menjadi sasaran pencurian memiliki fungsi penting terhadap operasional Whoosh. Kerusakan atau hilangnya komponen tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian perusahaan, tetapi juga dapat mengganggu perjalanan kereta cepat.
Sementara itu General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan, sejumlah komponen yang dicuri terdiri atas kabel telekomunikasi, kabel persinyalan, kabel grounding serta perangkat pendukung prasarana lainnya.
“Kabel-kabel tersebut memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari telekomunikasi, persinyalan, hingga sistem grounding.” kata Eva.
Dampak pencurian semakin terlihat ketika pemotongan kabel track circuit pada 7 September 2026 terdeteksi otomatis oleh sistem Operation Control Center (OCC). KCIC kemudian mengirimkan petugas untuk memeriksa lokasi dan melakukan penyesuaian pola operasi sampai kondisi jalur dipastikan aman.
“Dampak pencurian ini tidak hanya bersifat materiil dari kabel yang dicuri, tetapi juga imateriil berupa terganggunya pelayanan kepada penumpang.” jelasnya.
Gangguan tersebut menyebabkan lima perjalanan Whoosh tertahan hingga 1,5 jam dan berdampak terhadap ribuan penumpang. KCIC juga menyebut tindakan terhadap komponen prasarana jalur dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan perjalanan kereta cepat.
Untuk mencegah kejadian serupa, KCIC mengajak masyarakat ikut mengawasi kondisi di sekitar jalur Whoosh. Aktivitas atau keberadaan orang yang mencurigakan di sekitar area jalur diharapkan segera dilaporkan kepada petugas KCIC maupun kepolisian.
“Jika melihat orang atau aktivitas mencurigakan di sekitar jalur Whoosh, segera laporkan kepada petugas KCIC maupun Kepolisian.” tegas Eva.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....