Berhasrat dapat Uang Instan, Sejumlah Warga Ciamis Tertipu Investasi Ilegal
- 23 Agt 2026 11:06 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasiikmalaya - Sejumlah warga di Kabupaten Ciamis, menjadi korban penipuan investasi ilegal. Kerugian korban mencapai ratusan juta, setelah pelaku memakai akun korban untuk meminjam uang dan membeli telepon genggam dengan sistem bayar nanti atau paylater.
Penyebab masyarakat tergiur berinvestasi karena minimnya pengetahuan atau literasi. “Iya, kurang literasi. Mereka menganggap semua yang seperti itu sudah mendapat izin dan sebagainya," kata Kepala Kantor OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, Minggu 23 Agustus 2026.
Selain itu lanjut Nofa, hasrat memperoleh uang tanpa usaha yang kuat, juga menyebabkan warga tertipu. Masyarakat ingin mendapat penghasilan secara instan.
"Seperti kasus MBA di Pangandaran. Korban hanya diminta meng “like” terus dapat uang.
Itu sesuatu yang mereka dapat tanpa mereka bekerja keras," kata Nofa.
Hal ini kata Nofa, tentunya menjadi PR besar dalam menyadarkan masyarakat untuk tidak tergiur investasi ilegal.”Literasi masyarakat harus diperkuat," ujar Nofa.
Untuk perkembangan kasus paylater di Ciamis lanjut Nofa, saat ini telah ditangani Satreskrim Polres Ciamis. Pelaku sudah ditangkap, sedangkan untuk korban yang melapor, tidak ada penambahan.
Sementara itu, terkait keluhan korban yang merasa BI Checking-nya rusak dan harus dipulihkan setelah kasus ini, Nofa mengatakan, BI Checking ataupun Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK kembali bisa dipulihkan setelah adanya pembayaran. "harus tetap dibayar," katanya.
Korban tambah Nofa, yang merasa BI checkingnya bermasalah bisa melapor ke OJK. Namun, bukan berarti dihapus atau dipulihkan.
"kami akan arahkan bagaimana dalam BI cheking itu nanti bisa dilanjutkan kalau yang bersangkutan ini sebenarnya kena penipuan, investasi ilegal," ujar Nofa.
“korban diduga sadar ikut dalam investasi tersebut. Risiko ada di mereka. Lain halnya ketika terjadi fraud di perbankan yang namanya digunakan. Itu beda karena dia tak tahu posisinya, dan merupakan korban," kata Nofa mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....