Kasus Bayi Digendong Orang Tak Dikenal di RSHS, Nina Polisikan Seorang Perawat

  • 17 Apr 2026 13:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kasus bayi yang hampir hilang digendong orang tak dikenal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung masih berlanjut. Orang tua dari bayi itu, Nina Saleha (27) membuat laporan dugaan percobaan penculikan ke Polda Jawa Barat pada Jumat 17 April 2026.

Nina didampingi dengan dua kuasa hukum melaporkan seorang perawat RSHS Bandung berinisial N. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/684/4/2026/SPKT POLDA JABAR.

“Ibu Nina Saleha berniat untuk membuat Laporan Polisi (LP), terlapornya itu suster N,” kata kuasa hukum Nina, Mira Widyawati di Mapolda Jabar, Jumat 17 April 2026.

Pelaporan ini dilakukan berdasarkan hasil konsultasi pihak Nina dengan Direktorat PPA Polda Jabar. Dugaan pelanggaran dalam laporan ini adalah Pasal 450 dan Pasal 452 KUHP tentang tindak pidana penculikan.

Nina bersama kuasa hukumnya juga menyampaikan laporan ini dibuat agar informasi yang menyebabkan peristiwa itu terjadi bisa terbuka sejelas-jelasnya melalui penyidikan. Mereka ingin membuka rekaman kamera CCTV serta mengetahui secara jelas siapa orang yang menggendong bayi Nina itu.

“Kita ingin dimunculkan kemarin siapa suster ini siapa? Kemudian suami istri itu siapa? Dari rangkaian cerita memang tampaknya itu percobaan penculikan. Makanya membuat laporan resmi, karena penyidik tidak bisa membuka CCTV dalam penyelidikan kalau tidak ada laporan,” kata Widyawati menambahkan.

Nina berharap kasus yang dialaminya ini dapat dituntaskan oleh pihak kepolisian. Ia juga mengaku ingin kasus ini bisa cepat selesai.

“Bagi saya mah selidikin terus ini kasusnya sampai mana. Saya juga ingin cepat selesai, ingin semuanya orang-orang yang kemarin saya bilang suster, satpam, coba hadirkan dan lihat itu CCTV, itu saja. Lihat kebenarannya,” kata Nina.

Seperti diketahui, kasus tersebut terjadi pada Rabu 8 April 2026 lalu. Nina mendapati bayinya tengah digendong orang tak dikenal.

Sontak Nina menegur orang itu, kemudian orang tersebut mengatakan ia menerima bayi itu dari seorang perawat. Peristiwa ini Nina ceritakan melalui akun media sosialnya dan menjadi bahan pembicaraan di masyarakat.

Sementara itu pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung juga telah memberikan klarifikasi serta permohonan maaf. Direktur Utama RSHS, dr. Rachim Dinata Marsidi, mengatakan hal itu terjadi karena kecerobohan petugas yang terdistraksi .

Pada saat proses pemulangan, terjadi kekeliruan. Di ruang NHCU saat itu terdapat dua pasien bayi yang dijadwalkan pulang dan ditunggu oleh masing-masing orang tua.

“Ketika petugas hendak menyerahkan bayi NS (Nina), yang bersangkutan tidak berada di tempat. Sempat terjadi distraksi karena petugas juga melayani pertanyaan dari keluarga pasien lain, sehingga bayi NS (Nina) sempat diserahkan kepada orang tua pasien lain,” katanya menjelaskan, pada Rabu 15 April 2026 lalu.

Sebagai tindak lanjut juga perawat tersebut telah dinonaktifkan secara sementara. Pihak RSHS juga mengatakan telah menemui dan berkoordinasi dengan Nina dan keluarga secara langsung pasca kejadian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....