Dugaan Pelecehan Seksual Guru Besar Unpad, Polisi Bakal Selidiki

  • 16 Apr 2026 11:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang guru besar Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial IY mencuat di media sosial. Kasus ini diketahui publik setelah beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga mengandung unsur tidak senonoh antara terduga pelaku dan seorang mahasiswi program pertukaran dari luar negeri.

Saat dikonfirmasi, pihak Unpad sendiri belum memberikan keterangan resmi soal dugaan kekerasan seksual tersebut. Sementara itu pihak kepolisian, kini melakukan penyelidikan atas dugaan kasus tersebut.

Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jabar AKBP Rumi Utari membenarkan pihaknya bakal melakukan penyelidikan soal kejadian dugaan kekerasan seksual tersebut.

“Iya akan diselidiki,” ujar Direktur Direktorat PPA Polda Jabar, AKBP Rumi Utari, saat dihubungi, Kamis 16 April 2026.

Sementara menyikapi kasus tersebut Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Unpad bersama BEM Kema Fakultas Keperawatan menyampaikan pernyataan. Dalam pernyataan resmi BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fakultas Keperawatan yang di terima awak media menyebutkan telah mengetahui laporan kasus tersebut serta kini tengah melakukan koordinasi dengan pihak lainnya di lingkungan kampus.

"Kami telah mengetahui adanya laporan yang beredar di media sosial X terkait dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Prof (IY). Saat ini, BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad telah dan akan terus berkoordinasi dengan Satgas PPKS Unpad, Dekanat Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, dan Rektorat Universitas Padjadjaran," tulis BEM Kema Fakultas Keperawatan Unpad yang diterima awak media, Kamis 16 April 2026.

BEM juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan yang terjadi, sekaligus menyatakan empati dan solidaritas kepada korban. Selain itu, BEM juga menekankan pentingnya langkah preventif dari pihak fakultas, termasuk pembatasan interaksi terhadap pihak yang dilaporkan selama proses penanganan berlangsung.

BEM juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa agar menggunakan kanal pelaporan resmi yang telah disediakan oleh pihak kampus apabila mengalami atau mengetahui adanya dugaan tindakan kekerasan seksual. BEM juga menekankan pentingnya bagi pihak Dekanat Fakultas Keperawatan untuk segera mengambil langkah-langkah preventif guna menciptakan ruang aman yang inklusif, termasuk pemberlakuan pembatasan interaksi akademik dan non-akademik terhadap pihak yang dilaporkan selama proses penanganan berlangsung.

BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fakultas Keperawatan menyatakan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan kasus ini dengan mengedepankan perspektif korban serta prinsip keadilan. Hal itu dilakukan guna mewujudkan lingkungan kampus yang aman.

"Kami berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan kasus ini dengan mengedepankan perspektif korban, prinsip keadilan, serta kehati-hatian, guna memastikan terwujudnya ruang aman bagi seluruh sivitas akademika Universitas Padjadjaran," kata pernyataan tersebut di akhir.

Terkait mahasiswa yang diduga menjadi korban itu, ia diketahui merupakan mahasiswa pertukaran dari luar negeri karena tangkapan layar percakapan dalam pelecehan yang diduga terjadi menggunakan bahasa Inggris. Dalam percakapan itu, IY meminta korban untuk mengirimkan foto dirinya mengenakan pakaian pantai atau bikini.

Permintaan itu terjadi beberapa kali, korban pun tak mengindahkan permintaan tersebut. Dalam percakapan itu juga, korban beberapa kali dihubungi di luar konteks akademik oleh IY.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....