Zebra Lodaya, Kapolres : Ada Belasan Instrumen Penindakan
- 17 Nov 2025 11:42 WIB
- Bandung
KBRN, Garut : Polisi dalam dua pekan kedepan mulai gencar melakukan operasi lalu lintas melalui program Ops Zebra Lodaya 2025. Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto mengatakan, dalam operasi Lodaya 2025 ini, sedikitnya ada 14 instrumen yang menjadi prioritas sasaran penindakan.
"Pengendara atau pengemudi ranmor di bawah umur, pengendara menggunakan ponsel, pengendara ranmor bonceng lebih dari satu orang, pengendara ranmor R2 tidak menggunakan helm SNI. Pengemudi R4 tidak menggunakan sabuk keselamatan, hingga pengendara atau pengemudi dalam pengeruh alkohol,"katanya, usai Apel Gabungan Ops Zebra Patuh Lodaya 2025 di Mapolres Garut, Senin (17/11/2025).
Ia menyampaikan, selain itu, juga melawan arus, melebihi batas kecepatan, nomor polisi tidak sesuai TNKB, knalpot brong, ranmor tidak laik jalan, parkir liar, balapan liar hingga konvoi tanpa izin. Sementara itu, daerah rawan macet, dan daerah rawan laka lantas menjadi titik prioritas dalam ops lodaya 2025 diwilayah hukum Garut.
Baca juga:Hepiplus Dorong Kolaborasi Warga Tingkatkan Indeks Kebahagiaan Cimahi
"Ada beberapa daerah yang menjadi prioritas pengamanan dalam operasi Lodaya 2025 diantaranya daerah rawan macet dan laka lantas,"ujarnya. Ia menyampaikan, dalam operasi zebra Lodaya 2025, pihaknya menurunkan kurang lebih 100 personil yang dibagi beberapa titik lokasi.
"Cara bertindak dalam kegiatan zebra Lodaya ini melalui seleksi prioritas menggunakan ETLE Mobile, statis maupun tilang manual atau tindak ditempat,"ujarnya.
Tujuan dari kegiatan operasi Zebra Lodaya 2025 ini menurut Kapolres, untuk menekan laka lantas, menekan fatalitasĺ laka, dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait patuh terhadap aturan berlalu lintas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....