Sam Saimun, Juara Bintang Radio dan Maestro Musik Indonesia
- 31 Agt 2026 03:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Penyanyi legendaris Samsaimun dikenang sebagai maestro bariton yang turut membentuk fondasi musik populer dan keroncong Indonesia pada era 1950-an.
Perjalanan karier Samsaimun tersebut diungkapkan melalui tayangan kanal YouTube Radio Kaset yang mengulas sejarah perjalanan sang penyanyi legendaris selama sekitar 16 menit.
Dalam tayangan yang diunggah pada 28 Oktober 2025 tersebut, Samsaimun disebut lahir di Bali sekitar 1924 dan mulai mengembangkan karier bermusik pada masa pendudukan Jepang di Bandung.
Samsaimun tercatat aktif bernyanyi bersama Orkes Studio Bandung dan turut terlibat dalam perjuangan merebut RRI Bandung pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia.
Kariernya semakin berkembang setelah berhasil memenangkan ajang Bintang Radio RRI pada 1951, 1952, dan 1955, yang kemudian membuka kesempatan bagi perekaman karya-karyanya.
Karya Samsaimun selanjutnya direkam dalam format piringan hitam berkecepatan 78 RPM melalui label Irama dan Lokananta, seiring berkembangnya industri rekaman nasional pada masa tersebut.
Pengaruh Samsaimun terhadap generasi musisi berikutnya juga tercermin dari kesaksian Bing Slamet yang mengenang sosok tersebut sebagai salah satu gurunya dalam perjalanan bermusik.
"Samsaimun adalah guruku," demikian kutipan Bing Slamet yang disampaikan kembali oleh narator dalam tayangan sejarah kanal YouTube Radio Kaset.
Samsaimun turut memopulerkan sejumlah lagu yang kemudian dikenal sebagai karya penting dalam perjalanan musik Indonesia, antara lain Melati di Tapal Batas, Juwita Malam, dan Di Wajahmu Kulihat Bulan.
Selain rekaman, Samsaimun secara rutin mengisi berbagai program musik radio di Jakarta dan Bandung sepanjang dekade 1950-an, ketika radio menjadi salah satu media utama hiburan masyarakat.
Kiprah Samsaimun juga menjangkau panggung internasional melalui lawatan pertunjukan ke Singapura dan Malaysia hingga akhir Oktober 1970, memperluas pengenalan musik keroncong Indonesia di kawasan Asia.
Perjalanan panjang maestro bariton tersebut berakhir pada 3 April 1972 ketika Samsaimun meninggal dunia dalam usia 47 tahun dengan meninggalkan warisan penting bagi perkembangan musik Indonesia.
Rekaman karya Samsaimun hingga kini terus mendapat perhatian melalui proses digitalisasi, sehingga karya dan kontribusinya tetap dapat dikenali serta diakses oleh generasi muda Indonesia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....