Gedebage Jazz Festival International 2026, Hadirkan Musisi Dari Lima Negara
- 09 Jun 2026 18:21 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Gedebage Jazz Festival (GJF) International 2026 siap kembali memanjakan para pecinta musik jazz dengan menghadirkan pertunjukan berskala internasional di Sawarga Courtyard, Summarecon Mall Bandung, pada 25–28 Juni 2026.
Memasuki tahun ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024, Gedebage Jazz Festival terus berkembang dan kini bertransformasi menjadi festival jazz internasional terbesar di kawasan Bandung Timur. Tahun ini, festival akan berlangsung selama empat hari berturut-turut dengan menghadirkan musisi lokal, nasional, hingga mancanegara.
Tokoh musik jazz Indonesia, Venche Manuhutu, menilai perkembangan Gedebage Jazz Festival menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan dari tahun ke tahun.
“Perkembangan Gedebage Jazz Festival International sampai saat ini sungguh menarik dan dari tahun ke tahun peningkatannya secara kualitas cukup signifikan. Dari jazz tradisional hingga jazz modern berikut fusion yang cukup digemari kawula muda dihadirkan di pergelaran ini,” ujar Venche, Senin 8 Juni 2026.
Tahun ini, GJF naik kelas menjadi festival internasional dengan menghadirkan musisi dari berbagai negara, di antaranya Takahiro Miyazaki dari Jepang, Sydney Reunion dari Australia, Jazzbois dari Hungaria, Andrea Cui dari Singapura, serta Julian Chan dari Malaysia. Kehadiran para musisi internasional tersebut semakin memperkuat posisi Gedebage Jazz Festival sebagai salah satu festival jazz internasional di Indonesia.
Mengusung konsep perpaduan musik jazz, urban ambience, dan lifestyle experience, festival ini menawarkan pengalaman yang intim, hangat, dan berkelas bagi para pengunjung. Selain menghadirkan penampilan musisi lintas genre dan generasi, GJF 2026 juga akan menyuguhkan berbagai kolaborasi eksklusif yang telah dikurasi secara khusus.
Lebih dari sekadar festival musik, Gedebage Jazz Festival International 2026 juga menjadi bagian dari transformasi budaya dan gaya hidup urban di Bandung Timur. Festival ini diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi komunitas musik, pelaku kreatif, serta masyarakat yang memiliki minat terhadap perkembangan seni dan budaya.
Venche menambahkan, skala penyelenggaraan yang semakin besar menjadikan GJF sebagai ajang pertukaran ide dan kreativitas antara musisi lokal, nasional, dan internasional.
“Skalanya lebih besar, acara ini menjadi ajang pertukaran ide antara musisi lokal, nasional, dan mancanegara. Festival yang sehat tidak hanya mengandalkan headliner, tetapi juga menjadi ruang bagi regenerasi dan exposure bagi talenta baru,” katanya.
Menurutnya, salah satu kekuatan utama festival ini adalah upaya mengangkat budaya Jawa Barat melalui kolaborasi musik etnis Sunda dengan musik modern. Salah satu kolaborasi yang dinantikan adalah penampilan Saung Angklung Udjo bersama Barry Likumahuwa yang memadukan unsur tradisional dan kontemporer.
Selain menampilkan kolaborasi spesial musisi lokal dan internasional, GJF 2026 juga akan menghadirkan musisi jazz legendaris, pertunjukan big band orkestra, hingga penampilan komunitas musik lokal Bandung.
Sejumlah nama besar dipastikan meramaikan panggung festival, di antaranya Dewa 19, Maliq & D'Essentials, Syaharani, serta Krakatau.
Kehadiran para musisi tersebut menunjukkan bahwa Gedebage Jazz Festival bukan hanya perayaan musik jazz, melainkan juga ruang kolaborasi lintas genre, komunitas, dan generasi yang menghadirkan pengalaman festival yang lebih kaya dan inklusif.
Venche berharap Gedebage Jazz Festival dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang memperkuat ekosistem musik jazz nasional sekaligus membawa nama Bandung ke panggung internasional.
“Saya berharap acara ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkaya khazanah musik jazz di Kota Bandung dan bahkan tidak tertutup kemungkinan dapat menjadi barometer jazz berskala internasional,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....