IAEF 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Strategis dalam Pasok Dirgantara Global
- 09 Jun 2026 16:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri dirgantara global terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Aerospace Ecosystem Forum (IAEF) 2026 yang digelar PT Turkish Aerospace Indonesia (TAID) di BRI Tower Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 9 Juni 2026.
Mengusung tema “Shaping a Sustainable Ecosystem” dengan semangat “One Future. One Ecosystem. One Standard”, forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, institusi pendukung, hingga mitra internasional untuk memperkuat ekosistem dirgantara nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan, seperti Kementerian PPN/Bappenas, PT GMF AeroAsia Tbk, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), serta sejumlah pelaku industri lainnya, menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong pengembangan industri dirgantara Indonesia.
Di tengah transformasi industri dirgantara global yang ditandai meningkatnya kebutuhan produksi, restrukturisasi rantai pasok, percepatan inovasi teknologi, serta tuntutan kualitas dan keselamatan yang semakin tinggi, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil peran strategis di pasar internasional.
Managing Director PT Turkish Aerospace Indonesia, Adi Aviantoro, mengatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok dirgantara dunia.
"Melalui IAEF 2026, kami ingin mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu platform kolaborasi untuk memperkuat ekosistem dirgantara nasional, meningkatkan kapabilitas industri, serta membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan Indonesia untuk berpartisipasi dalam rantai pasok global," ujar Adi usai kegiatan Indonesia Aerospace Ecosystem Forum (IAEF) 2026 di BRI Tower Asia Afrika, Kota Bandung, selasa 9 Juni 2026.
Menurutnya, kapasitas manufaktur yang terus berkembang, ketersediaan sumber daya manusia yang kompetitif, serta semakin banyaknya perusahaan nasional yang mampu memenuhi kebutuhan industri berteknologi tinggi menjadi fondasi penting bagi penguatan sektor dirgantara Indonesia.
Potensi tersebut juga menjadi pertimbangan Turkish Aerospace (TUSAŞ) saat memilih Indonesia sebagai salah satu pusat strategis di Asia Tenggara untuk mendukung kebutuhan global di bidang engineering services pada 2022. Komitmen itu kemudian diwujudkan melalui pendirian PT Turkish Aerospace Indonesia sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat kemitraan industri di kawasan.
Sementara itu Industrialization Operations Manager Turkish Aerospace (TUSAŞ), Emrah Ekri, menilai Indonesia memiliki berbagai keunggulan yang mendukung pengembangan industri dirgantara.
"Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompetitif, kemampuan industri yang terus berkembang, serta posisi strategis di kawasan. Dengan pengembangan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam rantai pasok dirgantara global," katanya.
Sejak mulai beroperasi pada 2023, TAID aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pelaku industri, institusi pendidikan, lembaga sertifikasi, hingga pemerintah untuk meningkatkan kapabilitas industri dirgantara nasional.
Setelah memperoleh sertifikasi pada November 2024, TAID juga mulai melibatkan sejumlah perusahaan nasional yang memiliki kompetensi di bidang machining, special process, engineering services, dan layanan manufaktur lainnya untuk mendukung berbagai proyek Turkish Aerospace.
Meski demikian, hasil pemetaan dan evaluasi yang dilakukan TAID menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperkuat. Tantangan tersebut meliputi peningkatan kapabilitas teknis, harmonisasi standar kualitas, sertifikasi industri, pengembangan sumber daya manusia, hingga kesiapan operasional dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional yang terus berkembang.
Untuk menjawab tantangan tersebut, IAEF 2026 dihadirkan sebagai platform kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat fondasi ekosistem dirgantara Indonesia secara berkelanjutan.
Sedangkan Ketua Indonesian Aerospace Community (INACOM), J. Adi Sasongko, menilai forum tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional.
"IAEF 2026 menjadi forum yang sangat penting karena mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri dirgantara dalam satu platform kolaborasi. Melalui forum ini, industri nasional dapat lebih memahami kebutuhan pasar global, memperkuat kapabilitas, serta membangun sinergi yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di industri dirgantara internasional," katanya.
Selain membahas perkembangan industri dirgantara global, forum ini juga menghadirkan jajaran eksekutif Turkish Aerospace yang membidangi sektor aerostructure, supply chain, quality, dan special manufacturing.
" Kehadiran para pemimpin industri tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai kebutuhan industri global, standar kualitas kelas dunia, serta peluang kolaborasi yang membuka akses lebih luas bagi perusahaan Indonesia ke pasar internasional," tandasnya.
Melalui penyelenggaraan IAEF 2026, TAID menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan operasional bisnis di Indonesia, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pengembangan ekosistem dirgantara nasional yang tangguh dan berdaya saing global.
Lebih dari sekadar forum industri, IAEF 2026 diharapkan menjadi katalis yang mendorong peningkatan kolaborasi, transfer pengetahuan, penguatan rantai pasok, serta pengembangan kapabilitas industri nasional dalam jangka panjang, sehingga Indonesia semakin siap mengambil peran yang lebih besar dalam ekosistem dirgantara dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....