Festival Angklung 2026 RRI Bandung Perkuat Pelestarian Budaya Sunda
- 09 Mei 2026 10:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Festival Angklung 2026 yang digelar di Auditorium Lokantara RRI Bandung, Sabtu 9 Mei 2026, menjadi salah satu upaya nyata dalam melestarikan angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO sekaligus memperkuat eksistensi budaya Sunda di Kota Bandung.
Kegiatan bertajuk Literasi Angklung II tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, hingga komunitas seni budaya. Festival ini juga menjadi ajang silaturahmi dan pengembangan kreativitas anak-anak melalui seni musik tradisional angklung.
Anggota DPRD Kota Bandung, Aswan Asep Wawan mengatakan, festival angklung merupakan kegiatan positif yang mampu mempererat persatuan dan kolaborasi di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, ini acara yang luar biasa untuk meningkatkan dan mencerahkan budaya angklung di peta Bandung. Diawali dengan perlombaan angklung, kegiatan ini menjadi salah satu cara mempererat persatuan dan kolaborasi,” ujar Aswan usai menghadiri pembukaan Festival Angklung 2026, Festival Angklung 2026 yang digelar di Auditorium Lokantara RRI Bandung, Sabtu 9 Mei 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada RRI Bandung yang dinilai konsisten menjaga budaya Sunda melalui penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu mendapat dukungan berkelanjutan.
“Terima kasih untuk RRI. Walaupun anggarannya terbatas, insya Allah ke depan kita akan support dari DPRD Kota Bandung. Ini merupakan salah satu kemenangan dalam menjaga budaya yang ada di Kota Bandung,” katanya.
Aswan berharap Festival Angklung dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena memiliki dampak positif bagi generasi muda, terutama dalam mempererat tali silaturahmi antar anak-anak serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kota Bandung, Eva Deviana menilai festival tersebut sangat penting sebagai sarana pelestarian budaya bangsa, khususnya budaya Sunda di Jawa Barat.
“Festival angklung ini menurut saya sangat bagus karena melestarikan budaya bangsa, khususnya di Jawa Barat. Anak-anak sejak dini dikenalkan dengan budaya yang ada di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung,” ucapnya.
Menurut Eva, pengenalan budaya sejak usia dini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap seni tradisional sehingga dapat terus diwariskan hingga generasi mendatang.
“Budaya ini diharapkan dapat terus dilestarikan sampai mereka dewasa bahkan diwariskan kepada anak-anak mereka di masa depan,” katanya.
Ia juga menilai Auditorium Lokantara RRI Bandung sangat memungkinkan untuk menjadi ruang penyelenggaraan berbagai kegiatan seni dan budaya lainnya di Kota Bandung.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana Pro 4 Festival Angklung 2026, Madroyani Wijaya menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan program tahunan Pro 4 RRI Bandung yang bekerja sama dengan komunitas angklung Kias Bambu.
“Tahun ini ada 92 grup peserta dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar dari berbagai daerah di Jawa Barat. Peserta juga datang dari luar Kota Bandung seperti Sumedang, Subang, Purwakarta, dan Karawang,” ucapnya.
Festival Angklung 2026 digelar selama dua hari, yakni 9–10 Mei 2026, mulai pukul 07.30 hingga 17.30 WIB. Selain perlombaan, acara juga menghadirkan berbagai penampilan seni budaya, termasuk penampilan sekolah lansia pada pembukaan acara.
Madroyani menegaskan, tujuan utama festival ini adalah memperkenalkan dan melestarikan seni budaya Sunda, khususnya angklung, agar semakin dikenal sejak usia dini.
“Kami ingin angklung dikenalkan sejak taman kanak-kanak hingga dewasa. Ini juga menjadi implementasi slogan Pro 4 sebagai benteng budaya Sunda. RRI tetap konsisten mempertahankan dan melestarikan budaya Sunda melalui event tahunan ini,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan festival turut mendapat dukungan dari Saung Angklung Udjo serta komunitas Kias Bambu yang merupakan kumpulan guru-guru angklung tingkat TK dan SD di Kota Bandung.
“Komunitas Kias Bambu adalah praktisi sekaligus ahli di bidang angklung. Mereka bekerja sama dengan RRI untuk menyukseskan acara ini. Bahkan salah satu juri tahun ini merupakan cucu dari Mang Udjo,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....