Film Teman Tegar Maira Pesan Inklusi Kepedulian Lingkungan
- 09 Feb 2026 15:47 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Film edukasi Teman Tegar: Maira – Whisper From Papua tidak hanya menyuguhkan cerita persahabatan lintas budaya, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang penggalian potensi anak, inklusivitas, serta pentingnya menjaga lingkungan hidup. Pesan tersebut dinilai relevan bagi para orang tua dan masyarakat luas.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, Iman Lestariyono, mengatakan bahwa film ini menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki talenta, termasuk anak-anak dengan keterbatasan. Namun, potensi tersebut sering kali belum tergali secara optimal.
“Banyak talenta yang dimiliki anak-anak kita, tetapi belum tentu semuanya tergali. Inilah saatnya orang tua dan masyarakat bergabung dalam berbagai komunitas untuk saling berbagi, sehingga anak-anak dengan keterbatasan pun bisa terus berkembang dan maju,” ujar Iman usai menonton film tersebut di Bioskop Empire XXI Mall Bandung Indah Plaza (BIP), Senin, 9 Februari 2026.
Meski mengapresiasi pesan moral yang dihadirkan, Iman mengaku menyimpan rasa prihatin terhadap minimnya animo masyarakat di sejumlah studio bioskop. Padahal, film ini merupakan karya anak bangsa, bahkan melibatkan talenta asal Bandung sebagai tokoh utama.
“Di satu sisi ada rasa sedih. Ini karya orang Bandung, karya anak bangsa, tetapi di beberapa studio belum menimbulkan animo besar. Padahal pesan yang disampaikan sangat kuat,” katanya.
Menurut Iman, setidaknya ada dua pesan utama yang menonjol dalam film tersebut. Pertama, sosok Tegar digambarkan sebagai anak istimewa yang mampu melanglang buana dan meraih mimpi. Hal ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak lain yang memiliki keterbatasan bahwa kesuksesan bisa dicapai melalui banyak jalan.
Pesan kedua adalah tentang keindahan alam Papua yang ditampilkan melalui cerita dan karakter Maira. Film ini mengajak penonton untuk menyadari bahwa kekayaan alam Indonesia begitu luar biasa, namun sangat rentan terhadap kerusakan jika tidak dijaga bersama. Tagline “Hutan jaga kita dan kita jaga hutan” menjadi pesan kunci yang ditekankan sepanjang film.
Baca juga:TWS Rilis Teaser "Nice To See You Again"
Jika dikaitkan dengan kondisi Kota Bandung, Iman menilai isu lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama terkait ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH). Saat ini, persentase RTH Kota Bandung masih jauh dari target ideal sebesar 34,15 persen.
“Kondisi RTH kita baru sekitar 11 sampai 12 persen, bahkan bisa jadi di bawah itu. Untuk mengejar target, diperlukan political will yang kuat,” katanya.
Ia menyebutkan sejumlah langkah strategis yang perlu dilakukan, mulai dari pembebasan lahan yang selama ini diserobot, pengalokasian anggaran yang memadai untuk pembebasan lahan potensial RTH, hingga melibatkan pihak swasta. Salah satu skemanya adalah memberikan insentif berupa pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi pemilik lahan yang bersedia membuka sebagian wilayahnya untuk RTH.
“Semua ini harus dilakukan secara serius. Tanpa political will dan kolaborasi yang kuat, target hanya akan menjadi wacana. Mudah-mudahan ke depan benar-benar bisa direalisasikan,” ucapnya.
Sementara itu, pemeran utama M. Aldifi Tegarajasa yang memerankan tokoh Tegar mengatakan, film ini mengajarkan pentingnya menjaga hutan dan lingkungan. Menurutnya, berbagai bencana alam yang terjadi belakangan menjadi pengingat bahwa kerusakan lingkungan berdampak langsung pada kehidupan manusia.
“Pelajarannya, kita harus lebih menjaga hutan dan lingkungan. Sekarang banyak kejadian longsor, banjir, termasuk yang kemarin di Cisarua. Hutan dan lingkungan itu penting untuk masa depan supaya bisa lebih baik,” katanya.
Hal senada disampaikan Elisabeth Sisauta, pemeran Maira. Ia mengaku senang bisa tinggal di Bandung dan mendapatkan pengalaman baru, meskipun merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan dengan Papua.
“Bandung itu jauh dari hutan dan pohon-pohon. Susah melihat hewan-hewan seperti burung cendrawasih atau rusa, harus ke kebun binatang dulu. Itu yang bikin agak sedih,” ungkapnya.
Secara garis besar, Teman Tegar: Maira – Whisper From Papua bercerita tentang Maira, gadis Papua yang tumbuh bersama lagu, dongeng, dan kearifan alam. Baginya, hutan adalah rumah yang tak tergantikan. Hidupnya sederhana, namun sarat makna.
Kehidupan Maira berubah ketika ia bertemu dengan Tegar, anak kota yang datang untuk mencari jejak cerita tentang hutan dari mendiang kakeknya. Awalnya, pertemuan dua dunia yang berbeda kota dan hutan, modern dan tradisional terasa canggung.
Namun, rasa ingin tahu tentang burung cendrawasih perlahan menumbuhkan persahabatan. Ketika ekspansi besar mengancam hutan yang menjadi rumah Maira, perjalanan mereka berubah menjadi perjuangan kecil untuk menjaga sesuatu yang jauh lebih besar dari diri mereka sendiri: alam dan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....