Film Pendek Labbaik,Inovasi SD Islam Cendekia Muda Angkat Potensi Anak Anak

  • 13 Jun 2026 12:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Ada pemandangan tak biasa di Bioskop Cinepolis Bandung, Kamis (4/6). Puluhan orang tua berkumpul untuk menyaksikan debut akting putra-putri mereka dalam film pendek bertajuk Labbaik.

Langkah ini menjadi inovasi dari SD Islam Cendekia Muda. Jika biasanya sekolah menampilkan bakat siswa di atas panggung pertunjukan, kali ini mereka memboyong karya siswa kelas 1 dan 2 dari Program Bilingual Indonesia-Arab langsung ke layar lebar bioskop.

Film Labbaik disutradarai oleh Gagah Gatuso, atau yang akrab disapa Ustadz Gagah, sosok muda kreatif sekaligus pengajar di SD Islam Cendekia Muda Bilingual Program. Peraih Juara 1 Debat Bahasa Arab Tingkat Internasional dan lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor ini menjelaskan bahwa inspirasi film lahir dari ketertarikan para siswa terhadap berbagai negara dan budaya di dunia.

“Kami mengambil ide besar itu dan meramunya ke dalam tema ‘Labbaik’ yang berarti ‘Aku memenuhi panggilan-Mu’. Film ini mengangkat nilai pengorbanan dari setiap perbedaan negara untuk mencapai satu tujuan, yaitu menunaikan ibadah haji. Momentumnya sangat pas dengan bulan Dzulhijjah, di mana umat Muslim sedunia tengah menunaikan ibadah haji,” ujar Ustadz Gagah dalam keterangan tertulis nya yang diterima RRI, Sabtu 13 Juni 2026.

Fasih Berbahasa Arab di Usia Dini

Keunggulan utama film ini terletak pada dialognya yang 100 persen menggunakan bahasa Arab. Hebatnya, proses produksi hanya memakan waktu tiga pekan di sela-sela jam pelajaran. Dengan mengambil lokasi di lima titik berbeda, para siswa tampak natural beradu peran. Hal ini merupakan hasil dari pembiasaan ekosistem trilingual (Indonesia, Inggris, dan Arab) yang diterapkan sekolah dalam kegiatan sehari-hari.

Inovasi ini pun menuai decak kagum dari para wali murid. Ibunda Ibad, salah satu orang tua siswa, mengaku terkejut dengan metode yang diterapkan sekolah.

“Luar biasa sekali. Saya pikir anak saya akan pulang dengan beban hafalan teks yang berat, ternyata dia justru sangat menikmati prosesnya tanpa merasa terbebani sedikit pun,” ungkapnya penuh haru setelah sesi nonton bareng.

Apresiasi untuk Kreativitas Guru dan Siswa

Founder Sekolah Islam Cendekia Muda, Reyhanani Bahar Samsul, turut hadir memberikan dukungan langsung. Ia memuji kolaborasi antara guru dan siswa yang berhasil menciptakan karya profesional meski di usia yang sangat dini.

“Ini adalah pencapaian luar biasa bagi siswa kelas 1 dan 2 SD. Melalui film ini, mereka tidak hanya belajar akting, tetapi juga belajar tentang perjuangan menebar pesan kebaikan yang disampaikan secara apik dan natural,” tegas Reyhanani.

Penayangan film Labbaik ini diharapkan menjadi standar baru dalam metode pembelajaran kreatif, di mana teknologi seperti green screen di ruang kelas dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk meraih prestasi hingga ke tingkat yang lebih luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....