Semangat Belajar tanpa Batas, Dr. Asih Handayanti Raih Gelar Doktor di Usia 60 Tahun

  • 05 Mei 2026 20:02 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Wajah haru dan bahagia terpancar dari Dr. Asih Handayanti saat dinyatakan lulus dalam sidang terbuka promosi Doktor Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba). Momen tersebut berlangsung di Auditorium Gedung Dekanat Unisba, Selasa, 5 Mei 2026, menjadi penanda penting perjalanan akademiknya di usia 60 tahun.

Perempuan kelahiran Jakarta, 17 Januari 1966 ini resmi menyandang gelar doktor setelah menempuh pendidikan S3 dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar dua tahun tujuh bulan. Sebuah capaian yang tidak hanya mencerminkan ketekunan, tetapi juga konsistensi dalam menjaga semangat belajar.

“Bagi saya, gelar doktor ini adalah bonus dari proses belajar yang saya jalani,” ujar Dr. Asih saat diwawancarai RRI.

Di balik pencapaian tersebut, Dr. Asih tetap menjalani peran profesionalnya sebagai pimpinan cabang di perusahaan swasta yang bergerak di bidang aksesori garment, dengan wilayah kerja Bandung dan Denpasar. Di saat yang sama, ia juga aktif mengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung.

“Saya ingin mengamalkan ilmu yang saya miliki, sekaligus membagikannya kepada mahasiswa,” tuturnya.

Semangat untuk terus belajar, menurutnya, lahir dari rasa ingin tahu yang tidak pernah selesai. Ia merasa selalu ada ruang untuk memahami lebih dalam, terutama dalam kaitannya dengan praktik di dunia kerja.

“Saya merasa selalu ingin tahu lebih banyak, dan itu yang mendorong saya untuk terus belajar,” katanya.

Menjalani berbagai peran sekaligus tentu bukan perkara mudah. Membagi waktu antara pekerjaan, mengajar, keluarga, dan studi doktoral menjadi tantangan tersendiri. Namun, Dr. Asih memiliki prinsip sederhana yang menjadi pegangan dalam kesehariannya: tidak menunda pekerjaan.

“Apa yang bisa dikerjakan saat itu, langsung saya selesaikan. Jangan ditunda,” ungkapnya.

Dukungan keluarga, khususnya suami, juga menjadi kekuatan penting dalam perjalanan studinya. Dukungan tersebut membuatnya tetap fokus untuk menuntaskan apa yang telah dimulai.

Dalam proses akademiknya, Dr. Asih dibimbing oleh promotor yang berperan penting dalam mengarahkan dan memperkuat kualitas disertasinya, hingga akhirnya dinyatakan layak dipertahankan dalam sidang terbuka.

Di usia yang tidak lagi muda, ia juga menghadapi tantangan fisik seperti kelelahan akibat padatnya aktivitas. Namun baginya, hal tersebut adalah bagian dari konsekuensi yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.

“Rasa lelah dan malas itu pasti ada. Tapi ketika itu sudah menjadi tanggung jawab, harus tetap diselesaikan,” ujarnya.

Ke depan, Dr. Asih berencana terus mengembangkan diri sebagai praktisi di bidang komunikasi pemasaran digital. Ia juga membuka kemungkinan untuk melanjutkan ke jenjang profesor, meskipun menyadari adanya keterbatasan usia.

Di akhir perbincangan, ia menyampaikan pesan sederhana namun kuat, khususnya bagi generasi muda: jangan menunda pekerjaan.

“Lakukan apa yang bisa dikerjakan sekarang, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan,” pesannya.

Adapun disertasinya mengangkat topik strategi komunikasi pemasaran berbasis komunitas dalam membangun customer engagement, dengan studi kasus pada platform Tiket.com. Ia menilai pendekatan tersebut menarik karena mampu memadukan komunikasi pemasaran dengan kekuatan komunitas sebagai ruang interaksi yang lebih hidup dan partisipatif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....