BI Tasikmalaya Perluas Pasar Karya Unggulan Priangan Timur Melalui KKI 2026

  • 20 Agt 2026 21:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Bank Indonesia menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. KKI tahun ini mengangkat semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh, yang bermakna Berdaya, Bersama-Sama. Gelaran ini juga menjadi bentuk upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

Gelaran Bank Indonesia yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming. Turut dalam momen tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, Bank Indonesia menyelenggarakan KKI 2026 bersinergi dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis. KKI 2026 menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar UMKM.

Kegiatan ini turut didukung dan dihadiri oleh duta besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi, perbankan, dan para pelaku usaha.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti dalam keterangannya yang diterima RRI, Kamis 20 Agustus 2026.

Di Priangan Timur, pengembangan UMKM terus diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan kualitas dan daya saing produk, mendorong digitalisasi, serta memperluas akses pembiayaan dan pasar. Kekayaan produk unggulan daerah, mulai dari bordir, batik, tenun dan mendong, fesyen, kriya, kopi hingga makanan olahan, menjadi salah satu potensi yang terus didorong agar mampu menjangkau pasar yang semakin luas.

Pada KKI 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menghadirkan 16 UMKM binaan yang merepresentasikan keragaman produk unggulan Priangan Timur, yaitu Dawalul Bordir, Mia Bordir, Tara Bags, Bina Bordir, Dimas Batik, PT Mendong Java Woven, Amily Hijab, Fadsan, Tenjo Bumi Kopi, Mustofa Bu Emi, Tenun Sabilulungan III, Studio Dapur, CV Eska Bersaudara, Kopi Gunung Raja Cigalontang, Sentra Rengginang Purwaharja, dan Ecoprint Batik Dahon. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas eksposur dan akses pasar UMKM binaan melalui panggung nasional KKI 2026.

Daya saing UMKM Priangan Timur turut tercermin dari berbagai capaian UMKM binaan KPwBI Tasikmalaya. Salah satunya, Kopi Bunar asal Kampung Bunihurip, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, yang tumbuh di kaki Gunung Cakrabuana dan berhasil menembus pasar Jepang.

Konsistensi dalam menjaga kualitas mulai dari pemilihan benih, perawatan tanaman, hingga proses pasca produksi turut meningkatkan nilai ekonomi kopi, dari sebelumnya dihargai di bawah Rp2.000 per kilogram menjadi di atas Rp10.000 per kilogram setelah memenuhi standar kualitas ekspor.

Dari sektor wastra, Tenun Sabilulungan III turut mencatatkan capaian dengan lolos 20 besar Citra Nusa – Championship Wastra Nusantara 2026 melalui Tenun Sutera Sulam motif Gelombang Bulu. Capaian tersebut menunjukkan potensi UMKM Priangan Timur untuk terus naik kelas melalui penguatan kualitas produk, inovasi, pelestarian kekayaan budaya, serta perluasan akses pasar nasional maupun global.

Karya Priangan Timur di Panggung KKI 2026

KKI 2026, yang merupakan penyelenggaraan ke-11 kalinya, menghadirkan lima aspek kebaruan. Program berdampak nyata melalui CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak (zero emission dan zero waste to landfill) dan pengembangan zona hijau. Semangat penguatan ekosistem dan perluasan pasar tersebut turut diwujudkan melalui keikutsertaan UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya yang membawa ragam karya dan produk unggulan Priangan Timur ke panggung KKI 2026.

Selama empat hari pelaksanaan acara, pameran di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan. Talkshow ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, showcase UMKM unggulan digelar secara daring dan luring, area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, serta berbagai kegiatan aktivasi, ruang interaksi dan instalasi hijau. KKI 2026 menampilkan beragam produk UMKM hasil kurasi, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata. Beragam rangkaian tersebut sekaligus membuka peluang bagi UMKM binaan KPwBI Tasikmalaya untuk memperluas eksposur, membangun jejaring usaha, serta menjajaki akses pasar, pembiayaan, dan kemitraan yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....