KUMITRA 2026 Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
- 29 Jul 2026 19:23 WIB
- Bandung
Poin Utama
- KUMITRA Jambore 2026 diselenggarakan di Universitas Sangga Buana YPKP, Bandung pada Rabu, 29 Juli 2026 dengan tema 'Bertemu, Bermitra, Bertumbuh' untuk memperkuat daya saing UMKM.
- Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan pelaku UMKM dengan berbagai mitra usaha agar dapat memasuki rantai pasok nasional dan memperluas akses pasar.
- Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi melalui penguatan kemitraan.
RRI.CO.ID, Bandung - Upaya memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan melalui penguatan kemitraan dan perluasan akses pasar. Hal itu diwujudkan lewat penyelenggaraan KUMITRA Jambore 2026 bertema “Bertemu, Bermitra, Bertumbuh” yang digelar di Universitas Sangga Buana YPKP, Kota Bandung, Rabu, 29 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai mitra usaha agar mampu masuk ke dalam rantai pasok nasional. Selain membuka peluang kemitraan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi.
Rangkaian acara diisi dengan kuliah umum, penjajakan kerja sama bisnis, hingga proses kurasi produk yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan, program KUMITRA merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Kebijakan tersebut diperkuat melalui pelaksanaan PRO-KESRA Produktif yang menargetkan terwujudnya 10 juta penduduk berusaha dan bekerja di Indonesia.
“Seluruh ekosistem pendampingan, legalitas usaha, pembiayaan, hingga akses pasar kini dipadukan melalui platform SAPA UMKM sebagai pintu masuk layanan terpadu berbasis data yang lebih tepat sasaran,” kata Helvi Moraza saat membuka KUMITRA Jambore 2026 sekaligus memberikan kuliah umum di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan sekitar 5,4 juta pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor. Meski demikian, mayoritas usaha tersebut masih berada pada skala mikro dan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan legalitas usaha hingga belum optimalnya akses terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, dan jaringan rantai pasok.
Karena itu, menurut Helvi, pengembangan kewirausahaan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan jumlah pelaku usaha. Yang lebih penting adalah mendorong UMKM agar mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, memperluas pasar, sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang berkualitas.
"Tugas kita bukan hanya menambah jumlah pengusaha, tetapi memastikan pengusaha UMKM dan para wirausaha mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan KUMITRA Jambore 2026 di Bandung, proses kurasi produk dan business matching berhasil menghasilkan potensi transaksi sekaligus komitmen kemitraan senilai Rp6,88 miliar. Helvi menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa produk-produk UMKM Jawa Barat memiliki kualitas dan kapasitas yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
"Capaian senilai Rp6,88 miliar ini bukan sekadar angka. Ini merupakan bukti bahwa produk pengusaha mikro di Jawa Barat memiliki kualitas, kapasitas, dan peluang untuk menembus pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Program KUMITRA sendiri dirancang sebagai instrumen percepatan bagi pelaku usaha mikro untuk naik kelas melalui kolaborasi lintas sektor. Kemitraan yang dibangun melibatkan perusahaan, jaringan ritel modern, sektor perhotelan dan pariwisata, industri pengolahan, marketplace, lembaga pembiayaan, hingga perguruan tinggi. Dengan pola tersebut diharapkan tercipta ekosistem usaha yang saling terhubung dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.000 peserta yang berasal dari pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung, PLUT UMKM se-Jawa Barat, komunitas UMKM, serta ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung.
Helvi berharap ajang tersebut menjadi titik awal lahirnya kolaborasi baru yang mampu memperluas akses pasar dan mencetak generasi wirausaha muda yang tangguh.
“Saya berharap KUMITRA Jambore dan Kuliah Umum di Kota Bandung menjadi titik awal lahirnya kemitraan baru, terbukanya akses pasar yang lebih luas, serta tumbuhnya wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....