Digitalisasi, Pemkot Bandung Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Naik Kelas

  • 13 Mei 2026 13:56 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Kementerian Ekonomi Kreatif terus memperkuat pengembangan sektor ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) berbasis teknologi digital. Upaya tersebut dilakukan agar para pelaku ekonomi kreatif di Kota Bandung mampu naik kelas dan bersaing di era ekonomi digital yang semakin kompetitif.

‎Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan peningkatan kapasitas SDM ekonomi kreatif bertema “Naik Kelas Go Digital” yang digelar di salah satu hotel di Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026.

‎Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf, Adi Mukhtar Rivai mengatakan, sektor ekonomi kreatif kini telah berkembang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Menurutnya, ekonomi kreatif tidak lagi dipandang sebagai sektor pelengkap, melainkan menjadi sektor strategis yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat identitas budaya, sekaligus mendorong inovasi berbasis teknologi.

‎“Ekonomi kreatif sekarang bukan lagi dianggap sektor pelengkap. Ini sudah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah,” ujar Adi, rabu 13 Mei 2026.


‎Ia menjelaskan, Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu daerah dengan investasi ekonomi kreatif tertinggi di Indonesia. Sementara itu, Kota Bandung dinilai memiliki ekosistem ekonomi kreatif yang sangat kuat dan berkembang pesat di berbagai subsektor.

‎Menurut Adi, Bandung selama ini dikenal sebagai kota kreatif dengan kekuatan di bidang fesyen, kuliner, desain, musik, hingga industri konten digital. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan konten digital di Kota Bandung menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan semakin diminati generasi muda.

‎“Bandung sudah dikenal sebagai pusat kreativitas nasional. Sekarang bukan hanya fashion dan kuliner, tetapi juga konten digitalnya mulai melesat,” katanya.

‎Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan para kreator muda Bandung dalam memanfaatkan teknologi digital, baik dari sisi keterampilan produksi, pemasaran digital, pengembangan usaha, hingga pemanfaatan platform teknologi untuk memperluas pasar.

‎Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital menjadi faktor utama untuk memenangkan persaingan di era modern. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini telah mengubah berbagai strategi ekonomi hingga geopolitik global.


‎Farhan mengatakan, kekuatan suatu negara maupun daerah saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya, tetapi juga ditentukan oleh efisiensi, strategi, dan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

‎“Perang sekarang bukan kuat-kuatan senjata. Tapi kuat-kuatan strategi dan efisiensi. Sedikit tapi efektif itu jauh lebih menentukan,” ujar Farhan.

‎Ia menilai konsep tersebut sangat relevan dengan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bandung. Menurutnya, Bandung tidak harus menjadi daerah pembuat teknologi tercanggih di dunia untuk menjadi pusat ekonomi digital nasional.

Dikatakan dia, terpenting adalah bagaimana kota ini mampu melahirkan SDM kreatif yang dapat memanfaatkan teknologi secara efektif dan inovatif.

‎“Bandung tidak bikin chip tercanggih di dunia. Tapi saya percaya otak-otak terbaik untuk ekonomi digital di Indonesia banyak lahir dari Kota Bandung,” katanya.

‎Farhan juga mengingatkan para pelaku ekonomi kreatif agar tidak hanya menjadi pengguna media sosial semata. Ia menilai, pemahaman terhadap sistem digital dan algoritma platform menjadi hal penting agar pelaku usaha mampu berkembang dan bersaing secara berkelanjutan.

‎“Jangan cuma jago bikin konten di media sosial tapi harus ngerti algoritma di belakangnya,” tuturnya.

‎Selain itu, ia menekankan bahwa transformasi digital harus diterapkan di seluruh sektor, mulai dari desain, pemasaran, manajemen bisnis, hingga pelayanan publik. Salah satu program yang kini tengah didorong Pemkot Bandung ialah digitalisasi pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima (PKL).

‎Farhan mengungkapkan, Pemkot Bandung saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan platform TikTok Shop guna membantu para PKL masuk ke dalam ekosistem digital dan memperluas akses pasar mereka.

‎“PKL itu bisnisnya efisien dan fleksibel. Sekarang tantangannya bagaimana mereka masuk ke ekosistem digital supaya tetap bertahan dan berkembang,” ujarnya.

‎Ia juga menekankan pentingnya membangun pola pikir inovatif, kolaboratif, dan solutif dalam menghadapi perkembangan era digital. Menurut Farhan, inovasi tidak hanya sebatas menciptakan hal baru, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat.

‎“Inovatif itu bukan cuma menciptakan hal baru, tapi memberi nilai tambah. Kemudian harus kolaboratif, karena tidak mungkin sukses sendirian dan yang paling penting, karya kita harus jadi solusi bagi orang lain,” katanya.


‎Farhan optimistis Kota Bandung akan terus menjadi pusat lahirnya talenta-talenta digital terbaik di Indonesia. Dengan dukungan ekosistem kreatif yang kuat serta kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, Bandung diyakini mampu memperkuat posisinya sebagai kota kreatif dan pusat ekonomi digital nasional.

‎“Selamat menikmati Bandung, kota yang melahirkan talenta digital terbaik di Indonesia,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....