Kemenko PM Siapkan Business Matching dan Pendampingan Legalitas untuk UMKM
- 12 Mei 2026 14:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mempercepat pengurusan legalitas usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui program Perintis Berdaya Connect yang diluncurkan di Bandung Creative Hub, Selasa 12 Mei 2026.
Program tersebut tidak hanya menghadirkan dialog bersama pelaku usaha, tetapi juga membuka layanan konsultasi dan pendampingan legalitas usaha mulai dari Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikasi halal hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison mengatakan, percepatan legalitas menjadi langkah penting agar pelaku usaha memiliki perlindungan saat mengembangkan produknya.
“Fokus kita adalah percepatan legalitas, SNI, sertifikat halal, dan HAKI untuk memberikan perlindungan 360° bagi para pengusaha UMKM agar mereka benar-benar aman dan berdaya saat mengomersialkan produknya," kata Leontinus.
Menurutnya, kebutuhan terhadap solusi konkret juga muncul dari aspirasi para pelaku usaha yang mengikuti dialog dalam kegiatan tersebut.
"Aspirasi yang muncul dalam dialog tadi menunjukkan bahwa pelaku usaha butuh solusi cepat dan nyata. Oleh karena itu, kami memastikan adanya output konkret hari ini yang langsung diwujudkan melalui pelaksanaan business matching ini,” ujarnya.
Akan Direplikasi ke Berbagai Daerah
Selain mendorong percepatan legalitas usaha, Kemenko PM juga menyebut model Perintis Berdaya Connect akan diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia.
Program tersebut menjadi bagian dari target Kabinet Merah Putih dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis pemberdayaan masyarakat dan konektivitas usaha.
Dalam pelaksanaannya, Perintis Berdaya Connect dirancang sebagai ekosistem terpadu yang mempertemukan pelaku UMKM, ekonomi kreatif dan koperasi dengan mitra strategis.
“Perintis Berdaya Connect adalah jembatan nyata agar masyarakat tidak selamanya bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu naik kelas menjadi penggerak ekonomi,” ucap Leontinus.
Kegiatan juga diisi dialog bertajuk ‘Dari Ruang Menjadi Peluang, Orkestrasi Ekosistem Usaha Masyarakat’ yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha untuk menyerap aspirasi secara langsung.
"Presiden Prabowo telah memberikan arahan yang sangat jelas: UMKM harus diperkuat sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional. Melalui dialog ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang kami ambil benar-benar relevan dengan kebutuhan Bapak/Ibu sekalian,” kata Leontinus.
Salah satu pelaku UMKM asal Bandung, Alhar PP mengaku terbantu dengan adanya dialog dan business matching tersebut.
"Kami sangat senang dapat berdialog langsung dengan Deputi Kemenko PM. Masukan kami didengar, dan langsung disambungkan dengan solusi melalui pelatihan dan business matching pengurusan sertifikasi ini," kata Alhar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....