Pemprov Dorong UMKM Berdaya dan Naik Kelas
- 27 Okt 2025 13:47 WIB
- Bandung
KBRN,Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Langkah ini dilakukan lewat berbagai program peningkatan kapasitas dan perluasan akses pasar ekspor, sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing industri daerah.
Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani menyampaikan, peningkatan daya saing dilakukan secara terstruktur, mulai dari pendampingan mutu produk hingga jejaring ekspor. “Kami melakukan capacity building, memberi pemahaman akses pasar, hingga pendampingan peningkatan mutu produk agar UMKM Jabar siap bersaing,” ujar Nining, Senin (27/10/2025).
Beragam inisiatif telah dijalankan, di antaranya:
- Program PROSPEK PESAT (Pendampingan Produk Potensi Ekspor Pelaku Usaha Jabar)
- Export Coaching Program (ECP) bersama Kementerian Perdagangan
- Coaching Program New Exporter (CPNE)
- Pembentukan Desa Devisa Kopi di Subang bersama LPEI
Disperindag Jabar juga aktif menjembatani pelaku usaha dengan pasar global melalui business matching dengan mitra dari Manila hingga Dubai. Dukungan teknis diberikan melalui:
- Sertifikasi halal untuk 24 pelaku usaha kopi
- Fasilitasi HACCP bagi dua pelaku usaha
- Penyusunan nutrition facts untuk puluhan pelaku industri pangan
“Seluruh langkah ini dirancang untuk memperkuat daya saing dan kesiapan ekspor para pelaku usaha di Jabar,” tambah Nining.
Puncak program ekspor tahun ini ditandai dengan penyelenggaraan West Java Expo (WJX) 2025, yang digelar bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI)—pameran perdagangan terbesar di Indonesia. Mengusung tema “West Java: Unlocking Opportunities in the Globally Integrated Market”, WJX menjadi ajang penting promosi produk unggulan Jabar ke pasar nontradisional.
Sebanyak 50 pelaku usaha dan delapan kawasan industri tampil di Paviliun Jabar, menampilkan produk dari sektor:
- Makanan dan minuman
- Fashion
- Personal care
- Industri dan teknologi
“Bergabungnya WJX dalam TEI memperluas jangkauan promosi karena paviliun Jabar dikunjungi ribuan buyer internasional,” jelas Nining.
Disperindag juga menggelar rangkaian Road to WJX berupa webinar dan business pitching bersama ITPC dari Dubai, Jeddah, Johannesburg, dan India. Kegiatan ini mencatat nilai transaksi Rp36,81 miliar atau setara USD2,22 juta.
| Baca juga: Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM |
Selama pameran berlangsung, tercatat 286 buyer dan investor internasional dari India, Malaysia, Arab Saudi, Korea Selatan, Australia, Vietnam, Jepang, Amerika Serikat, Jerman, hingga Afrika Selatan mengunjungi Paviliun Jabar.
Total nilai transaksi WJX 2025 mencapai Rp328,6 miliar atau USD19,85 juta, terdiri atas:
- Transaksi ritel: Rp16,12 miliar
- Transaksi besar hasil MoU: Rp240,5 miliar
- Potensi transaksi: Rp35,17 miliar
- Hasil kegiatan Road to WJX: Rp36,81 miliar
Produk yang paling diminati berasal dari kategori personal care dan makanan-minuman, terutama produk rempah-rempah.
Kesuksesan WJX 2025 menegaskan posisi Jabar sebagai motor penggerak ekspor nasional. Disperindag Jabar berkomitmen menjadikan WJX bukan sekadar pameran, tetapi juga platform strategis memperkenalkan potensi industri, memperluas jejaring global, dan mendorong UMKM Jabar naik kelas.
“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan perwakilan perdagangan luar negeri akan terus kami perkuat,” tandas Nining.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....