Pedagang Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Keluhkan Kenaikan Retribusi

  • 15 Jan 2025 15:40 WIB
  •  Bandung

KBRN, Tasikmalaya : Kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya menaikan retribusi kios, dikeluhkan sejumlah pedagang pasar induk Cikurubuk.

Seharusnya, peningkatan retribusi ini, menurut sejumlah pedagang, diimbangi dengan revitalisasi infrastruktur pasar yang saat ini kondisinya mengkhawatirkan.

Roby, pemilik kios beras di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya mengatakan, saat ini infrastruktur, baik fasilitas umum, seperti jalan, dan penanganan sampah nyaris dibiarkan. Sementara tarif retribusi malah naik.

“ Harusnya seimbang, apalagi nyaris 100 persen naiknya. Ketika restribusi naik, fasilitas juga baik. Ya minimal fasilitas umum,” katanya, Rabu (15/1/2025).

Dengan fasilitas yang buruk, semakin membuat kosumen malas berbelanja di pasar Cikurubuk.

“Dari dulu kan potret pasar tradisional itu kumuh, becek, dan kotor. Selama ini, karena dibiarkan, ya memang kondisinya demikian. Ini akan berpengaruh terhadap omzet kami para pedagang,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya Apep Yosa mengatakan, pihaknya akan kembali menelaah kembali keluhan para pedagang berkaitan dengan retribusi.

Sebab menurutnya, penyesuaian tarif retribusi sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda), yang merupakan produk pemerintah dan DPRD.

“Sehingga ini harus dipatuhi semua pihak. Tapi nanti akan dibahas kembali, untuk mengakomodir keluhan pedagang,” jelasnya.

Terkait dengan infrastruktur, sebenarnya selalu dilakukan oleh pemerintah daerah. Baik drainase dan lainnya.

“Tahun 2025 ini ada alokasi perbaikan kios di Pasar Cikurubuk. Ini bentuk tanggungjawab pemkot,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....