Harga Telur Turun Pengaruhi Daya Beli Masyarakat
- 05 Okt 2026 12:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Harga kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Guntur Ciawitali, Garut,mayoritas saat ini mengalami penurunan. Seperti halnya harga telor ayam yang saat ini posisi harganya dikisaran 25 ribu rupiah per kilogramnya.Salah seorang pedagang telor di Pasar Guntur Garut Ivan Krisyandi mengatakan jika penurunan harga telor fluktuatif tetapi tidak besar. " Ya penurunannya antara 500 rupiah sampai 1 ribu rupiah per kilogramnya," katanya, di Garut, 5 Oktober 2026.
Ia mengatakan, harga telor sempat anjlok hingga 21 ribu rupiah per kilogram, penurunan harga drastis tersebut terjadi saat libur sekolah panjang karena Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga turut libur.
Saat itu, pihaknya bisa menjual telor hingga satu kwintal per harinya." Hukum pasar berlaku saat harga telur turun drastis maka daya beli masyarakat meningkat tajam," katanya.
Namun setelah kembali normal, dan MBG mulai beroperasi kembali maka harga kebutuhan pokok masyarakat termasuk telor secara perlahan kembali mengalami kenaikan harga." MBG ini sangat berpengaruh dalam menentukan harga kebutuhan pokok masyarakat," ujarnya.
Ia menyampaikan, untuk stok barang saat ini selalu tersedia, dan menurutnya belanja untuk stok telor ini mayoritas didatangkan dari Jawa, seperti dari Blitar dan brebes serta daerah lainnya. " Harga telor dari jawa ini lebih rendah dibandingkan dengan harga telor lokal, hanya saja resikonya dariasfek kualitas telor banyak yanv rusaknatau pecah dan berbau karena terlalu lama diperjalannan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....