FESyar Regional Jawa 2026 Buka Peluang UMKM Jawa Barat Perluas Pasar

  • 29 Sep 2026 20:06 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 menjadi ruang bagi pelaku UMKM, khususnya dari Jawa Barat, untuk memperluas akses pasar dan membangun kemitraan usaha. Kegiatan yang digelar pada 26–27 September 2026 di Grand City Surabaya, Masjid Al-Akbar, dan Universitas Ciputra itu juga memperkuat sinergi pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

Bank Indonesia mendorong keterlibatan UMKM Jawa Barat dalam rangkaian FESyar Regional Jawa 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring bisnis. Partisipasi tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama dengan mitra usaha, lembaga pembiayaan, serta calon pembeli dari berbagai daerah.

Secara keseluruhan, FESyar Regional Jawa 2026 mencatat komitmen pembiayaan dan transaksi perdagangan mencapai Rp80,9 miliar. Capaian itu melibatkan 270 UMKM syariah dan memfasilitasi 242 konsultasi business matching secara one-on-one.

Komitmen pembiayaan yang tercatat selama kegiatan mencapai Rp37,6 miliar, sedangkan realisasi business matching perdagangan mencapai Rp43,3 miliar. Nilai tersebut menunjukkan adanya peluang pengembangan usaha yang tidak hanya bertumpu pada transaksi langsung, tetapi juga hubungan bisnis berkelanjutan.

Sebanyak delapan UMKM Jawa Barat turut ambil bagian dengan membawa produk dari beragam sektor, yakni Yasa, BOOLAO, NEU MEN, Dama Kara, Unique Indonesia, sesasesa, Pala Nusantara, dan Viera Sutra Alam. Kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk Jawa Barat sekaligus menjajaki kerja sama dengan berbagai mitra usaha.

Selama pelaksanaan FESyar Regional Jawa 2026, UMKM Jawa Barat mencatat total penjualan sebesar Rp84.313.801. Selain itu, PT Dialesha Indonesia Global (Anggia) memperoleh kesepakatan Letter of Intent (LoI) senilai USD3.000 melalui agenda business matching.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal menekankan pentingnya membangun rantai nilai halal dalam pengembangan ekonomi syariah.

“Transaksi betul, tetapi rantai nilai halal itu jauh lebih penting.” ujar Rifki dalam keterangannya, Senin 28 September 2026.

Menurutnya, capaian FESyar tidak hanya dilihat dari besarnya transaksi yang dihasilkan selama kegiatan. Penguatan kemitraan, peningkatan kapasitas usaha, dan keterhubungan UMKM dengan rantai nilai halal menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah secara berkelanjutan.

FESyar Regional Jawa 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam memasuki ekosistem halal. Agenda tersebut meliputi pameran fashion, UMKM Showcase, kuliner khas, dukungan sertifikasi halal, peningkatan kualitas produk, pengembangan kapasitas usaha, hingga perluasan akses pembiayaan.

Kegiatan kompetisi turut menjadi bagian dari rangkaian FESyar untuk mendorong partisipasi masyarakat sekaligus menjaring talenta di bidang ekonomi syariah. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat berhasil meraih sejumlah prestasi dalam kompetisi yang digelar selama kegiatan tersebut.

Prestasi yang diraih antara lain Juara 2 Kompetisi Program Zakat Produktif Unggulan, Juara 2 Halal Chef Competition Kategori Profesional, Juara 3 Halal Chef Competition Kategori Vokasi, serta Juara 3 Lomba Dakwah Ekonomi Syariah. Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi Jawa Barat dalam pengembangan berbagai aspek ekonomi dan keuangan syariah.

Penguatan ekosistem halal dalam FESyar juga dilakukan melalui kerja sama lintas lembaga. Salah satunya ditandai dengan penandatanganan Project Charter yang melibatkan Bank Indonesia, OJK, KDEKS, Kanwil Kementerian Agama, BPJPH, MUI, serta sejumlah perangkat daerah.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ekosistem halal sekaligus mendukung ketahanan pangan. Sinergi antarlembaga dinilai menjadi salah satu unsur penting agar pengembangan ekonomi syariah dapat berjalan secara lebih terintegrasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan juga hadir sebagai narasumber dalam Seminar Flagship bertajuk “Keluarga sebagai Penguat Ketahanan Ekonomi Syariah”. Seminar tersebut membahas posisi keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk nilai, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola kehidupan dan ekonomi berdasarkan prinsip syariah.

Penguatan ekonomi syariah dinilai tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah maupun pertumbuhan sektor usaha. Pemahaman dan penerapan prinsip ekonomi syariah di lingkungan keluarga juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi dalam jangka panjang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap FESyar memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi syariah, tidak sebatas pada peningkatan nilai transaksi. Pengembangan kemitraan, inovasi usaha, penguatan produk, dan perluasan pasar menjadi bagian dari dampak yang diharapkan terus berkembang setelah kegiatan berakhir.

Jawa Timur sendiri terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah, termasuk kawasan KHAS, destinasi pariwisata ramah muslim, pusat dan kawasan halal, serta peningkatan sertifikasi halal bagi produk usaha. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem halal yang terhubung dengan sektor usaha dan pariwisata.

Bagi Jawa Barat, keterlibatan dalam FESyar Regional Jawa 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat posisi UMKM dalam ekosistem ekonomi syariah. Pelaku usaha didorong tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu memperluas pasar, masuk dalam rantai nilai halal, serta memperoleh akses pembiayaan dan kemitraan secara berkelanjutan.

Rangkaian FESyar Regional Jawa 2026 selanjutnya menjadi bagian dari agenda menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. ISEF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta dan diharapkan kembali membuka ruang bagi pelaku usaha syariah, termasuk UMKM Jawa Barat, untuk memperluas jejaring dan peluang pengembangan bisnis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....