Warek II UICM Bandung: Pembukuan Rapi Kunci UMKM Akses Permodalan
- 02 Sep 2026 11:50 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Tata kelola manajerial dan pembukuan keuangan yang rapi serta disiplin menjadi pondasi utama keberhasilan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga kelembagaan tani. Tanpa manajemen yang baik, usaha yang dijalankan berisiko menghadapi kendala besar, salah satunya sulit mengakses permodalan perbankan.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Rektor II Universitas Insan Cendikia Mandiri (UICM) Bandung, Agus Ismail. Menurutnya, kegagalan pelaku usaha mikro dalam mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sering kali disebabkan oleh tidak adanya pencatatan arus kas (cash flow) yang akuntabel.
"Sebenarnya kalau dari sisi bank, yang paling penting adalah pencatatan. Keuangan kan sederhana: uang masuknya berapa, yang dikelola berapa, keluarnya berapa, dan sisanya berapa. Yang menjadi masalah, banyak warga yang tidak bankable itu gara-gara mereka tidak mencatat dengan rapi," ujar Agus saat ditemui RRI di Bandung, Rabu 2 September 2026.
Agus menjelaskan, kendati teknologi perbankan dan financial technology (fintech) saat ini sudah banyak menyediakan aplikasi laporan keuangan sederhana, kendala utama tetap berada pada kapasitas sumber daya manusia (people). Oleh karena itu, edukasi dan literasi keuangan harus terus diberikan secara konsisten kepada masyarakat.
Ia mengibaratkan edukasi manajemen seperti pengingat rutin yang tidak boleh terputus agar membentuk kebiasaan disiplin bagi para pelaku usaha dalam mencatat transaksi harian mereka.
"Penting sekali literasi ini terus-menerus diadakan. Makanya, kami di kampus mengapresiasi kerja sama dengan Dinas Pertanian dan UPTD Alsintan yang memberikan wadah bagi kami untuk terus memberikan literasi keuangan kepada masyarakat," tuturnya.
Selain pembukuan, Agus menekankan pentingnya penerapan prinsip dasar manajerial yang meliputi planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC), yang dibarengi dengan komunikasi efektif. Kedisiplinan dalam menerapkan pola ini mencegah munculnya potensi audit bermasalah hingga tindakan kecurangan (fraud).
"Begitu tidak disiplin dalam mengatur keuangan dan berkomunikasi, maka ini menciptakan 'bom waktu' masalah. Kadang orang lebih mudah menunda pekerjaan dan tidak disiplin mencatat, nah ini yang menjadi problem ke depannya," kata Agus.
Sebagai penutup, Agus membagikan tiga pesan kunci bagi para pelaku usaha agar bisnis mereka mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Pertama, disiplin dan rapi dalam pencatatan keuangan; kedua, tegas memisahkan antara uang usaha dan uang pribadi; serta ketiga, selalu membuka diri terhadap ilmu-ilmu baru.
"Keuangan itu ibarat aliran darah. Kalau ada yang macet satu, bisa langsung 'stroke'. Nah, stroke-nya usaha itu ya gara-gara tidak rapi dalam pengaturan keuangannya," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....