OJK Edukasi Pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Tasikmalaya

  • 20 Agt 2026 11:10 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mendorong pelajar membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini. Ini penting dilakukan, sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya menabung sekaligus meningkatkan ketahanan pelajar dalam menghadapi berbagai risiko keuangan, termasuk judi online (judol).

Pesan tersebut disampaikan melalui edukasi keuangan kepada 80 pelajar jenjang SD, SMP, dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, dalam rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026. Edukasi dikemas secara interaktif dengan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Para pelajar diajak memahami cara mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung, serta memahami pentingnya perencanaan keuangan sebagai salah satu bekal untuk mencapai cita-cita.

Asisten Manajer Kantor OJK Tasikmalaya Andriani Alfiah Kurnia dalam sesi edukasi menekankan pentingnya membangun kebiasaan keuangan sehat sejak usia sekolah.

“Cita-cita tidak hanya membutuhkan semangat untuk belajar, tetapi juga perlu didukung dengan kebiasaan merencanakan keuangan. Mulailah dari hal sederhana, atur uang saku, sisihkan untuk menabung, dan jangan mudah menghabiskan uang hanya karena mengikuti keinginan,” ujar Andriani, melalui keterangannya yang diterima RRI, Kamis 20 Agustus 2026.

Selain mendorong budaya menabung, OJK Tasikmalaya memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai bahaya judi online (judol) yang dapat dikemas menyerupai permainan daring. Pelajar dikenalkan dengan sejumlah ciri yang perlu diwaspadai, antara lain permainan yang meminta deposit atau “top up”, untuk memperoleh peluang mendapatkan uang atau hadiah bernilai uang, menawarkan keuntungan secara cepat, serta mendorong pemain terus mempertaruhkan uang setelah mengalami kekalahan.

Andriani mengingatkan pelajar agar tidak mudah terkecoh oleh tampilan permainan yang menarik maupun iming-iming mendapatkan uang secara instan. “Kalau sebuah game meminta kita mempertaruhkan uang dengan harapan mendapatkan uang yang lebih besar berdasarkan hasil permainan atau keberuntungan, itu sudah menjadi tanda yang harus diwaspadai. Jangan sampai keinginan mendapatkan uang secara instan justru merusak masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya Heri Haerudin menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi keuangan menjadi bagian penting dalam membekali pelajar dengan kecakapan hidup.

“Kami mendukung edukasi keuangan seperti ini karena anak-anak tidak hanya perlu dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga kecakapan hidup. Pemahaman mengelola uang dan mengenali bahaya judi online penting agar mereka mampu mengambil keputusan yang lebih baik untuk masa depannya,” ujar Heri.

Melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung 2026, OJK Tasikmalaya terus memperkuat edukasi keuangan sejak dini agar pelajar memiliki kebiasaan menabung, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memahami risiko dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. Upaya tersebut diharapkan dapat membentuk generasi yang semakin cakap keuangan dan terlindungi dari berbagai aktivitas keuangan ilegal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....