M.Q. Iswara Dorong BUMD Jabar Jadi Profit Center lewat PT Sangga Buana

  • 20 Agt 2026 11:05 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyiapkan pembentukan PT Sangga Buana sebagai perusahaan holding bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat M.Q. Iswara mengatakan, rencana tersebut menjadi salah satu materi yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Jabar di Pasanggrahan Panca Rasa, Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 19 Agustus 2026 malam.

Menurut Iswara, dalam rapat tersebut Pemprov Jabar menyampaikan tiga Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni Raperda tentang perubahan RPJMD Jawa Barat 2025-2029, Raperda PT Sangga Buana, serta Raperda Penyertaan Modal PT Sangga Buana.

"Jadi hari ini baru saja disampaikan Nota Pengantar Raperda PT Sangga Buana dan Raperda Penyertaan Modal PT Sangga Buana. Hari ini disampaikan tiga Raperda: RPJMD, revisi RPJMD 2025–2029, yang kedua PT Sangga Buana, yang ketiga Penyertaan Modal PT Sangga Buana," ujar Iswara.

Ia menjelaskan, PT Sangga Buana direncanakan menjadi holding bagi BUMD yang berada di lingkungan Pemprov Jawa Barat.

Konsep tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan BUMD menjadi lebih terintegrasi sekaligus meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaan milik daerah.

"Direncanakan PT Sangga Buana ini akan menjadi holding BUMD yang ada di Jawa Barat," katanya.

Iswara mengatakan, pembentukan holding tersebut juga diarahkan untuk mengubah peran BUMD agar tidak sekadar menjadi pusat biaya (cost center) bagi pemerintah daerah.

Sebaliknya, BUMD diharapkan mampu menghasilkan keuntungan dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

"Sehingga nanti BUMD-BUMD yang ada di Jawa Barat diharapkan tidak menjadi cost center. Jadi hanya cost center, tapi bisa lebih efektif, efisien dengan adanya Sangga Buana," ujarnya.

Lebih lanjut, Iswara menegaskan bahwa BUMD di bawah skema tersebut harus berorientasi pada keuntungan (profit-oriented).

Dengan demikian, keberadaan BUMD tidak hanya diharapkan mampu menjalankan fungsi pelayanan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Dan harus profit-oriented tentunya, bisa menjadi profit center dan berkontribusi terhadap PAD Jawa Barat nanti pada gilirannya," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....